Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Petani Garam Kusamba Kembangkan Produk Aromaterapi, Mulai Dilirik Pasar Spa

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 26 Februari 2025 | 17:07 WIB
DILIRIK : Petani garam di Kusamba.
DILIRIK : Petani garam di Kusamba.

BALIEXPRESS.ID – Usaha petani garam di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, semakin berkembang dengan adanya diversifikasi produk.

Tidak hanya memproduksi garam konsumsi, petani setempat kini mulai mengolah garam menjadi produk bernilai tambah, seperti garam aromaterapi dengan berbagai varian.

Garam kemasan yang dikembangkan oleh Kelompok Sarining Segara ini hadir dalam beberapa aroma, di antaranya lemongrass, lavender, rose, peppermint, serta varian original. Sebagian besar produk ini digunakan untuk keperluan perawatan kulit dan relaksasi, sehingga mulai menarik minat pelaku usaha spa.

Inovasi ini berawal dari pelatihan yang diberikan oleh Kementerian Sosial sekitar lima bulan lalu. Selain pelatihan, kementerian juga memberikan bantuan berupa bahan-bahan aromatik, kemasan, serta label produk. Salah seorang petani garam, Nengah Diana, mengungkapkan bahwa kelompoknya hanya perlu mencampurkan bahan aromaterapi ke dalam garam sebelum memasarkannya.

"Kami di sini hanya mencampurkan lalu memasarkan," ujar Nengah Diana saat ditemui di lokasi penggaraman Pantai Karangdadi, Desa Kusamba, Selasa (25/2/2025).

Menurut pria asal Banjar Batur, Desa Kusamba ini, sejak beberapa bulan terakhir sudah ada pesanan dari sejumlah pengusaha spa di Denpasar. Satu kemasan garam aromaterapi dengan berat 250 gram dijual seharga Rp17.000.

"Saat ini sudah ada pesanan dari Denpasar sebanyak 60 kemasan," tambahnya.

Garam yang digunakan untuk produk aromaterapi ini merupakan garam yang dihasilkan dengan teknologi tunnel atau geoisolator, yaitu metode modern yang memanfaatkan karet membran dan plastik UV dalam proses produksinya.

Lebih lanjut, Nengah Diana berharap inovasi produk garam kemasan ini dapat memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani garam di Kusamba.

"Harapan kami, garam dalam bentuk kemasan ini bisa diterima pasar dengan baik," ujarnya.

Baca Juga: Wanita di Jombang Hadang Kendaraan dan Ganggu Pengguna Jalan, Diduga Karena Masalah Ini

 

Namun, ia mengakui bahwa hingga saat ini produk mereka masih terbatas dalam lingkup pemasaran tertentu. Oleh karena itu, ia berharap dukungan dari pemerintah daerah, khususnya dalam hal promosi dan distribusi produk agar dapat menembus pasar yang lebih luas. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#petani #garam #Kusamba #klungkung #aromaterapi