Kisah Tragis Nenek 90 Tahun di Gianyar Tewas Jatuh ke Jurang 25 Meter: Anaknya Ungkap Alasan Ikhlas
I Wayan Ananda Mustika Putra• Kamis, 27 Februari 2025 | 01:44 WIB
Seorang nenek berusia 90 tahun, Ni Wayan Sari, ditemukan tewas setelah terjatuh ke dalam jurang sedalam 25 meter pada Rabu (26/2) pagi.
BALIEXPRESS.ID - Suasana duka menyelimuti Banjar Kajanan, Desa Tegal Tugu, Gianyar, Bali, ketika kabar memilukan menggemparkan warga. Seorang nenek berusia 90 tahun, Ni Wayan Sari, ditemukan tewas setelah jatuh ke jurang sedalam 25 meter pada Rabu (26/2) pagi.
Peristiwa ini bermula dari kecurigaan anak korban yang mendapati kamar ibunya kosong.
Ditemukan dengan Luka di Kepala, Tongkat Tergeletak di Tepi Jurang
Pagi itu, I Wayan Suastika (54) merasa ada yang janggal ketika ibunya tidak berada di kamar seperti biasa.
Pencarian pun dimulai, dan titik terang muncul saat tetangga, I Wayan Astika (50), melihat tongkat milik korban tergeletak di tepi jurang.
Tanpa berpikir panjang, Suastika bersama keluarga dan warga sekitar menelusuri dasar jurang dengan penuh harap.
Namun, harapan itu sirna ketika mereka menemukan Ni Wayan Sari dalam kondisi kritis.
“Saat ditemukan, ibu masih bernapas, tapi sudah tidak merespons,” ujar Suastika dengan suara bergetar menahan kesedihan.
Upaya Evakuasi dan Kabar Duka di RSU Sanjiwani
Tim gabungan dari BPBD Gianyar, Polsek Gianyar, dan warga setempat segera melakukan evakuasi.
Korban dilarikan ke RSU Sanjiwani Gianyar, namun takdir berkata lain. Sesampainya di rumah sakit, nyawa Ni Wayan Sari tak tertolong.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka di kepala bagian belakang, dagu, dan lutut korban.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan,” tegas dr. Ika dari RSU Sanjiwani.
Sering Linglung, Keluarga Ikhlas Menerima Kepergian Korban
Suastika mengungkapkan bahwa ibunya memang kerap mengalami kebingungan akibat usia lanjut dan selalu mengandalkan tongkat untuk berjalan.
Dugaan sementara, korban terpeleset saat berjalan di sekitar pekarangan rumahnya yang berbatasan langsung dengan jurang.
“Kami menerima ini sebagai musibah dan mengikhlaskan kepergian ibu,” ungkap Suastika dengan mata berkaca-kaca.
Imbauan untuk Warga yang Tinggal di Area Berbahaya
Kapolsek Gianyar, Kompol I Nyoman Sukadana, memastikan kejadian ini murni kecelakaan setelah olah TKP.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang memiliki lansia di rumah, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di area berbahaya,” jelasnya.
Kisah tragis ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih memperhatikan orang-orang terkasih, khususnya lansia yang rentan mengalami kecelakaan.
Semoga Ni Wayan Sari mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. ***