Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

FAKTA BARU! Kasus Pembunuhan Sadis di Bali: Tiga Perempuan, Ilmu Klenik, dan Rekonstruksi Mengungkap Fakta Mengejutkan

I Putu Suyatra • Sabtu, 1 Maret 2025 | 01:24 WIB

REKONSTRUKSI: Proses rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan oleh tiga orang perempuan. Rekonstruksi dilakukan di Polres Buleleng. (Francelino Junior/RadarBuleleng.id)
REKONSTRUKSI: Proses rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan oleh tiga orang perempuan. Rekonstruksi dilakukan di Polres Buleleng. (Francelino Junior/RadarBuleleng.id)

BALIEXPRESS.ID - Polisi terus mendalami kasus pembunuhan keji yang menggemparkan Desa Pancasari, Buleleng, Bali.

Jenazah I Pande Gede Putra Palguna alias Dede, 53, ditemukan terbengkalai di pinggir Jalan Raya Denpasar-Singaraja, mengungkap kisah mengerikan di balik peristiwa tersebut.

Pembunuhan Berantai Dibungkus Ritual Mistis?

Tiga perempuan menjadi tersangka utama: Ida Ayu Oka Suryani Mantra (38) alias Oki, Intan Oktavia Puspitarini (38) alias Intan, dan I Gusti Ayu Leni Yuliastari (57).

Fakta mengejutkan terungkap dalam rekonstruksi kasus yang digelar pada 28 Februari 2025.

Para tersangka diduga menggunakan ilmu klenik untuk memancing korban agar datang dan "menyerahkan diri."

Oki dikenal memiliki kemampuan membaca kartu tarot, sementara Intan menguasai ilmu feng shui.

Keduanya dimanfaatkan untuk melacak keberadaan korban atas permintaan Leni.

Ironisnya, permainan mistis ini berujung pada penyiksaan sadis yang berlangsung selama dua minggu, dari 20 Januari hingga 2 Februari 2025, hingga korban meregang nyawa.

Rekonstruksi Penuh Ketegangan dan Perdebatan

Dalam rekonstruksi, ketiga tersangka memperagakan adegan demi adegan, mulai dari pertemuan awal hingga pembuangan jenazah.

Momen menegangkan terjadi saat Oki dan Intan berselisih paham tentang detail adegan penyiksaan.

Perdebatan ini mengungkap betapa panjangnya derita yang dialami korban sebelum akhirnya tewas.

Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, menyatakan bahwa rekonstruksi ini menjadi elemen penting dalam pemberkasan kasus.

“Kami ingin memastikan semua kronologi terungkap jelas agar proses hukum berjalan maksimal,” tegasnya.

Motif Balas Dendam dan Hutang Miliaran Rupiah

Penelusuran lebih dalam mengungkap motif di balik aksi brutal ini: dendam dan masalah utang.

Korban diketahui memiliki utang sebesar Rp 5,46 miliar kepada para pelaku. Rasa sakit hati dan tekanan ekonomi diduga memicu mereka untuk merencanakan pembunuhan.

Meski unsur klenik belum dijadikan bukti hukum, polisi tetap fokus mengungkap fakta secara rasional.

Dengan proses penyidikan yang terus berjalan, akankah kasus ini mengungkap sisi gelap lain yang belum terungkap? Masyarakat pun menanti kelanjutan kasus ini dengan penuh rasa penasaran.***

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pembunuhan #kartu tarot #feng shui #denpasar #I Pande Gede Putra Palguna #buleleng