Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

JALAN RUSAK DI BALI! 25 Tahun Terabaikan, Warga Lokapaksa Nekat Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya: Berkali-kali Mengadu tapi Tak Ada Hasil

I Putu Suyatra • Senin, 3 Maret 2025 | 14:39 WIB

SWADAYA: Warga di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, melakukan perbaikan ruas Jalan Raya Kembang Tebel secara swadaya. Jalan sudah puluhan tahun rusak. (Humas DPRD Buleleng)
SWADAYA: Warga di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, melakukan perbaikan ruas Jalan Raya Kembang Tebel secara swadaya. Jalan sudah puluhan tahun rusak. (Humas DPRD Buleleng)

BALIEXPRESS.ID - Warga Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, akhirnya turun tangan memperbaiki sendiri ruas Jalan Raya Kembang Tebel yang rusak parah.

Mirisnya, jalan yang menjadi kewenangan kabupaten ini sudah lebih dari 25 tahun tidak tersentuh perbaikan, padahal menjadi penghubung vital bagi empat dusun: Dusun Pamesan, Dusun Tengah, Dusun Jero Agung, dan Dusun Kembang Sari.

Jalan Berlubang, Kecelakaan Menghantui

Selama bertahun-tahun, warga hidup dalam bayang-bayang bahaya. Lubang menganga dan aspal yang terkelupas membuat kecelakaan menjadi pemandangan rutin.

“Sebulan itu bisa tiga kali orang jatuh di sini. Apalagi jalanan padat, karena warga empat dusun lewat sini,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Upaya perbaikan secara swadaya pun dilakukan pada Minggu (2/3/2025) pagi.

Warga dari empat dusun bahu-membahu menambal jalan dengan beton seadanya di beberapa titik kritis.

Aksi gotong royong ini turut mendapat dukungan dana dari anggota DPRD Buleleng, Made Suarsana.

Berkali-kali Mengadu, Solusi Tak Kunjung Tiba

Kelian Banjar Dinas Pamesan, Kadek Sedana, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berulang kali mengusulkan perbaikan lewat forum Musrenbang desa dan kecamatan.

Bahkan, pada 2024, pemerintah kabupaten sempat melakukan pengecekan jalan. Namun, perbaikan urung terlaksana dengan alasan keterbatasan anggaran.

“Swadaya dari masyarakat. Syukurnya ada donasi dari DPRD Buleleng sehingga bisa membantu masyarakat,” kata Kadek Sedana.

Harapan Baru untuk Lokapaksa

Menanggapi kondisi ini, Made Suarsana menyatakan bahwa aksi warga adalah bentuk spontanitas atas keprihatinan yang sudah mencapai puncaknya.

Ia berharap pemerintah daerah bisa segera merealisasikan perbaikan jalan yang sudah puluhan tahun menjadi keluhan warga.

“Kami harap pada periode kepemimpinan Bupati Buleleng dan Wakil Bupati Buleleng saat ini, perbaikan jalan bisa terealisasi. Karena sudah 20 tahun lebih tidak tersentuh perbaikan,” tegas Suarsana.

Perjuangan warga Lokapaksa untuk mendapatkan akses jalan yang layak masih terus berlanjut. Mungkinkah suara mereka kali ini benar-benar didengar?

Atau justru akan kembali tenggelam dalam janji-janji yang tak kunjung terpenuhi? ***

Baca Juga: Tri Kaya Parisudha dalam Hindu 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Jalan Rusak #buleleng