Akademisi STAHN Mpu Kuturan ini bahkan sudah mendirikan Pasraman Formal sejak tahun 2022 di Desa Umejero Kecamatan Busungbiu, Buleleng Bali. Sekolah bernama Madyama Widyalaya (MW) Jnana Dharma Sastra ini setara dengan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Saat ini sekolah MW Jnana Dharma Sastra yang didirikan di bawah Yayasan Mertajati Widya Mandala ini sedang menjalani proses penegrian.
Kepada Bali Express (Jawa Pos Group) Dr. Purnomo mengaku terpanggil mendirikan sekolah tersebut karena warga kesulitan mengakses pendidikan setara SMP di desa tersebut. Selain itu, keberadaan sekolah bercirikan Agama Hindu masih minim ditemukan.
“Akhirnya saya mendirikan Yayasan, lalu membentuk sekolah. Saat ini jumlah siswanya sudah mencapai 63 orang dan sudah mencapai tiga Angkatan,” sebutnya.
Kiprahnya dalam dunia pendidikan mendorong pasraman formal dalam bertransformasi menjadi Widyalaya pun tak diragukan lagi.
Pemikirannya dalam mewujudkan pasraman formal memang dilatarbelakangi atas minimnya sekolah bernafaskan Hindu di Bali.
“Kami hanya ingin agar pendidikan bercirikan Agama Hindu semakin dikenal, sehingga semakin diminati karena proses pendidikannya lebih menekankan aspek karakter,” paparnya.
Seperti diketahui, Dr. Purnomo adalah seorang akademisi dan peneliti yang aktif dalam bidang pendidikan Sosiologi Pendidikan Hindu. Ia lahir di Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, pada 20 April 1992.
Sejak kecil, ia menunjukkan ketertarikan dalam bidang pendidikan dan jurnalistik, yang kemudian menjadi dua pilar utama dalam perjalanan kariernya.
Pendidikan formalnya dimulai di SDN 2 Umejero dan berlanjut ke SMPN 4 Busungbiu serta SMAN 1 Busungbiu, di mana ia memilih jurusan IPA.
Namun, minatnya terhadap ilmu agama Hindu mendorongnya untuk melanjutkan studi di STKIP Agama Hindu Singaraja, tempat ia memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Agama Hindu pada tahun 2014.
Setelah menyelesaikan pendidikan S1, ia melanjutkan studi S2 di IHDN Denpasar dan lulus pada tahun 2017 dengan gelar Magister Pendidikan Agama Hindu. Tak berhenti di situ, ia meraih gelar doktor dari Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar pada tahun 2023, semakin memperkuat posisinya sebagai akademisi di bidang pendidikan Hindu.
Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia akademik, Dr. I Made Bagus Andi Purnomo memiliki pengalaman di dunia jurnalistik.
Ia pernah menjadi wartawan daerah untuk Koran Pos Bali pada tahun 2013-2014, kemudian melanjutkan kariernya sebagai wartawan bidang agama dan pendidikan di LKBN Antara Biro Bali hingga 2017.
Pengalaman jurnalistiknya memperkaya wawasan dan kemampuannya dalam menulis serta mengelola informasi.
Pada tahun 2017, ia bergabung sebagai editor di Majalah Craddha, yang berfokus pada isu keagamaan.
Keterlibatan ini semakin memperkuat kapasitasnya dalam menyampaikan wacana akademik ke masyarakat luas.
Karier akademiknya dimulai sebagai dosen tidak tetap di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dan STAHN Mpu Kuturan Singaraja pada tahun 2017.
Setahun kemudian, ia diangkat sebagai dosen PNS di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, mengajar di Jurusan Dharma Duta, khususnya Program Studi Ilmu Komunikasi.
Selain mengajar, ia juga dipercaya mengemban berbagai jabatan akademik dan administratif. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi (2018-2020) dan sejak 2020 menjadi Sekretaris Jurusan Dharma Duta. Selain itu, ia juga aktif sebagai penilai buku di Litbang Kementerian Agama RI.
Di luar aktivitas akademik, Dr. I Made Bagus Andi Purnomo juga aktif dalam organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Buleleng, Wakil Ketua Forum Generasi Muda Lintas Agama Buleleng, serta Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Kabupaten Buleleng. Saat ini, ia juga merupakan Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Buleleng.
Dedikasinya terhadap pendidikan Hindu diwujudkan dalam berbagai penelitian dan publikasi ilmiah.
Baca Juga: Pertamina dan Kejagung Kompak Bantah Tudingan Oplos BBM, Tapi Blending
Purnomo telah menerbitkan banyak artikel di jurnal nasional dan internasional, membahas topik seperti pendidikan pasraman, komunikasi agama, serta analisis sosial budaya dalam media. Ia juga telah menulis dan menyunting beberapa buku akademik di bidang pendidikan dan agama Hindu.
Sebagai akademisi, ia terus mendorong transformasi dalam pendidikan Hindu, baik melalui pengembangan kurikulum, riset, maupun penerapan teknologi dalam pembelajaran.
Salah satu fokusnya adalah bagaimana pasraman dan pendidikan karakter Hindu dapat menjadi solusi atas tantangan zaman modern.
Dengan pengalaman luas di bidang jurnalistik, akademik, dan organisasi, Dr. I Made Bagus Andi Purnomo menjadi salah satu figur penting dalam dunia pendidikan Hindu di Indonesia.
Komitmennya dalam mengembangkan pendidikan dan komunikasi agama Hindu menjadikannya inspirasi bagi generasi muda yang ingin berkontribusi di bidang ini. (dik)
Editor : I Putu Mardika