Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Singaraja ke-421 dengan tema "Survive dalam Mengelola Lingkungan".
Pameran ini dibuka secara resmi oleh Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, yang didampingi Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna.
Bupati Sutjidra mengapresiasi kreativitas para pencinta bonsai yang telah menjadikan seni ini sebagai bagian dari pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Buleleng memiliki potensi luar biasa dalam dunia bonsai. Banyak tanaman yang ditampilkan di sini tidak hanya bernilai estetika tinggi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan,” ujarnya.
Acara ini diinisiasi oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Buleleng dan menjadi daya tarik bagi pencinta bonsai dari berbagai wilayah di Indonesia.
Ketua Panitia, Ketut Windu Saputra, menyampaikan bahwa pameran ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 8 Maret 2025, dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan, Kalimantan, Jakarta, Bandung, dan Bali.
Sebanyak 555 pohon bonsai dari berbagai jenis dan kategori dipertandingkan dalam 10 kelas, mulai dari Prospek, Semi Pratama, Pratama, Madya, hingga Utama, yang merupakan kelas tertinggi dalam kompetisi ini.
Selain itu, acara ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat tentang seni merawat dan membentuk bonsai yang berkualitas.
Ketut Windu Saputra berharap pameran ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan dapat menjadi agenda tahunan Kota Singaraja.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, terutama Dinas Lingkungan Hidup yang selalu memberikan perhatian besar terhadap kegiatan berbasis pelestarian lingkungan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran berbagai bonsai dari luar daerah menunjukkan bahwa Singaraja memiliki daya tarik besar dalam dunia bonsai nasional.
"Astungkara, semoga kegiatan ini berjalan sukses dan semakin dinantikan oleh pecinta bonsai di tahun-tahun mendatang," pungkasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika