Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemuda di Bali Akhiri Hidup Gara-gara Pesan WA: Ortu Mantan Pacar Datangi Rumah Korban Sampaikan Permohonan Maaf dan Beri Pernyataan

I Putu Suyatra • Jumat, 7 Maret 2025 | 00:27 WIB

MINTA MAAF: Peristiwa ulah pati yang dilakukan pemuda di Desa Kayuputih, Buleleng, viral. Pihak keluarga mantan pacar, datang ke rumah duka untuk minta maaf. (Humas Polsek Banjar)
MINTA MAAF: Peristiwa ulah pati yang dilakukan pemuda di Desa Kayuputih, Buleleng, viral. Pihak keluarga mantan pacar, datang ke rumah duka untuk minta maaf. (Humas Polsek Banjar)

BALIEXPRESS.ID - Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, diguncang kabar duka setelah peristiwa ulah pati atau bunuh diri yang menimpa Ketut Rian Pandu Winata (20) viral di media sosial.

Kejadian ini menyita perhatian publik lantaran rekaman percakapan antara korban dan orang tua mantan pacarnya tersebar luas.

Sebelum ditemukan tewas dengan selendang di dapur rumahnya, Ketut Rian diduga sempat berkomunikasi melalui WhatsApp dengan orang tua sang mantan pacar.

Percakapan yang kemudian bocor ke media sosial itu diduga menjadi pemicu keputusan nekat korban.

Pesan WhatsApp Berujung Duka

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa korban merasa tertekan setelah menerima pesan berisi ancaman pertemuan dari orang tua mantan kekasihnya.

Tekanan mental yang dirasakan semakin berat, apalagi hubungan mereka sebenarnya telah berakhir sejak 9 bulan lalu, meskipun korban masih sering menghubungi sang mantan.

Tragedi ini semakin menyayat hati setelah orang tua mantan pacar korban mendatangi rumah duka pada Rabu (5/3/2025), didampingi Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga almarhum.

"Kami sama sekali tidak menyangka bahwa pesan WhatsApp itu membuat Rian mengambil keputusan sejauh ini. Tujuan kami hanya ingin melindungi putri kami," ujar Kompol I Gede Putu Semadi, Kapolsek Banjar.

Keluarga Korban Ikhlas, Santunan Diberikan

Meski dilanda kesedihan mendalam, keluarga Ketut Rian memilih menerima permintaan maaf dan menganggap kejadian ini sebagai takdir hidup sang anak.

Pihak keluarga mantan pacar juga menunjukkan rasa duka mendalam dengan memberikan santunan sebagai bentuk belasungkawa.

"Keluarga sudah saling memaafkan, dan kami harap tidak ada pihak yang memperpanjang masalah ini," imbuh Kompol Semadi.

Pesan Penting untuk Generasi Muda

Kepolisian setempat mengingatkan pentingnya keterbukaan emosional bagi para remaja dan pemuda.

Jika merasa tertekan atau menghadapi masalah berat, jangan ragu untuk berbicara dengan keluarga atau orang terdekat, alih-alih memilih jalan pintas dengan ulah pati.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa tekanan psikologis bisa berdampak fatal jika tidak segera ditangani.

Diharapkan masyarakat lebih peduli dan peka terhadap kesehatan mental orang-orang di sekitarnya.

Apakah tragedi ini bisa menjadi titik balik kesadaran kita akan pentingnya kesehatan mental? Atau justru ada sisi lain yang belum terungkap dari peristiwa memilukan ini?

Mari kita jadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga untuk saling menjaga dan menguatkan satu sama lain. ***

 Baca Juga: Fatal! Dua Ruko di Pasar Karangsokong Subagan Ludes Terbakar: Diduga Ini Penyebabnya

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pacar #viral #bunuh diri #media sosial #buleleng