BALIEXPRESS.ID-Aksi I Wayan Subaga warga banjar Jati, Desa Sebatu, Tegallalang Gianyar membuat warganet geram.
Pasalnya, pria tersebut mengaku sebagai penyebar isu begal di jalur Tegallalang-Keliki yang viral di media sosial.
Baca Juga: Aksi Begal di Tegallalang-Keliki Ternyata Hoaks, Penyebar Minta Maaf
Meski telah meminta maaf dan mengakui bahwa informasi itu tidak benar, namun I Wayan Subaga tak luput dari amarah warganet.
Dalam unggahan akun @hello_gianyar yang memposting permintaan maaf I Wayan Subaga, warganet ramai-ramai mengecam aksi pria tersebut.
Warganet menyayangkan aksi iseng pria tersebut yang meresahkan masyarakat dengan menyebar berita bohong.
Baca Juga: Viral di Whatsapp! Pesan Suara Aksi Begal di Jalur Tegallang-Keliki, Bikin Masyarakat Resah
“Taluh goreng ade hasil wii, megenep mak gae e,” tulis akun @dewa_gedekrisna.
“Pang engken misi nyebar hoaks pak? Kaden pak e ne kene ngidang ngajak mecande?” tanya akun @irvanarnsyah.
“Gae seken alih gae seken,” tulis akun @dewayudaaaa_.
Sebelumnya, sebuah pesan suara yang menyebut adanya aksi begal di jalur Tegallalang-Keliki, Gianyara ternyata tidak benar.
Informasi yang disebarkan dan viral melalui aplikasi Whatsapp itu ternyata dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Dalam sebuah video yang dibagikan oleh akun @hello_gianyar, terlihat seorang laki-laki bernama I Wayan Subaga berasal dari Banjar Jati, Desa Sebatu Tegallalang mengaku sebagai penyebar pesan suara tersebut.
Baca Juga: Sosok Putu Sumardiana, Camat Tembuku Bangli yang Responsif dan Aktif Blusukan
I Wayan Subaga mengaku pesan suara yang menyebut adanya informasi begal d jalur Tegallalang- Keliki, hingga wilayah Jasan serta Banjar Tegalsuci Desa Sebatu tidaklah benar.
“Nika pesan suara tyang nike tidak benar adanya, yang begal nika tidak pernah ada dan bohon,” jelasnya.
Lebih lanjut, pria tersebut meminta maaf karena telah meresahkan masyarakat akibat pesan hoaks tersebut.
“Tyang meminta maaf atas pesan suara yang telah meresahkan masyarakat,” jelas pria tersebut dikutip pada Sabtu (08/03/2025).
Editor : Wiwin Meliana