Acara ini tidak hanya menjadi ajang seleksi bagi finalis Jegeg Bagus, tetapi juga menjadi panggung pelestarian budaya melalui fashion yang mengangkat warisan lokal.
Ketua Dekranasda Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam melestarikan kain tradisional khas daerah.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan tekstil yang luar biasa, seperti Tenun Bali dari Desa Sembiran, Tenun Mastuli dari Desa Kali Anget, dan Tenun Songket dari Desa Jinengdalem.
“Potensi ini tidak boleh dibiarkan punah. Perkembangan teknologi harus kita manfaatkan untuk melestarikannya, terutama dengan melibatkan generasi muda dalam proses kreatif,” ujarnya.
Dalam perhelatan ini, para finalis tampil mengenakan busana berbahan tenun khas Buleleng hasil rancangan desainer lokal, dipadukan dengan sentuhan tata rias dari perias daerah.
Perpaduan ini menjadikan panggung Preliminary Show tidak sekadar ajang kompetisi, melainkan juga ruang ekspresi budaya dan kreativitas.
Ketua Panitia, Putu Bimantara, menjelaskan bahwa pemilihan Jegeg Bagus Buleleng 2025 mengusung tema Monas Patika Camani Adiat Mahemata, yang berarti air suci dari pegunungan di sebelah utara.
Tema ini terinspirasi dari filosofi Desa Banyuning yang menganggap air sebagai sumber kehidupan, mengingatkan bahwa budaya harus terus mengalir dan berkembang.
“Pemilihan ini telah dimulai sejak Desember 2024 dengan seleksi ketat dari 78 peserta hingga tersisa 20 finalis terbaik. Mereka melalui berbagai tahapan, termasuk wawancara, kilas bakat, penilaian esai, hingga deep interview. Semua ini bertujuan untuk memilih duta budaya yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki wawasan luas dan kepedulian terhadap pelestarian budaya,” jelasnya.
Dukungan terhadap acara ini datang dari berbagai pihak, termasuk UMKM lokal yang menghadirkan produk-produk berbasis kain tradisional, desainer yang mengangkat motif khas Buleleng dalam karya mereka, serta komunitas yang berperan dalam menghidupkan kembali kecintaan terhadap budaya daerah.
Sebagai puncak dari seluruh rangkaian, Grand Final Jegeg Bagus Buleleng 2025 akan diselenggarakan di Ruang Terbuka Taman Bung Karno, Sukasada, pada 22 Maret 2025.
Acara ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan lebih luas keindahan tenun Buleleng kepada masyarakat dan wisatawan.
“Jegeg Bagus Buleleng bukan sekadar ajang kecantikan, tetapi juga panggung bagi anak muda untuk menghidupkan kembali kejayaan budaya Buleleng melalui fesyen dan kreativitas,” pungkas Putu Bimantara. (dik)
Editor : I Putu Mardika