Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lanang Perbawa, Guru Besar Universitas Mahasaraswati yang Doyan Ngayah Nopeng Sidakarya secara Gratis

I Putu Mardika • Minggu, 9 Maret 2025 | 04:16 WIB

Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, M.H Guru Besar Hukum Pemilu di Universitas Mahasaraswati Denpasar yang doyan ngayah nopeng
Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, M.H Guru Besar Hukum Pemilu di Universitas Mahasaraswati Denpasar yang doyan ngayah nopeng
BALIEXPRESS.ID-Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, S.H.M.H baru saja dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Jumat (7/3) lalu.

Guru Besar Bidang Hukum Pemilu di Universitas Mahasaraswati Denpasar ini juga getol ngayah mejadi penari Topeng Sidakarya lewat LSM Bli Braya yang didirikannya 6 tahun silam.

Pria kelahiran 11 Juli 1974 saat ini memang tengah disibukkan sebagai Dekan di Universitas Mahasaraswati Denpasar. Namun niatnya untuk ngayah di tanah kelahiran nopeng secara gratis di Buleleng tak perlu diragukan.

Dikatakan Lanang Perbawa, ada sebuah kisah unik mengapa dirinya akhirnya memilih ngayah nopeng Sidakarya secara gratis.

Hal itu bermula saat ia melaksanakan upacara pengabenan untuk mendiang Ayah pada tahun 2008 silam. Begitu juga saat pengabenan sang kakek dan nenek pada tahun 2010 lalu.

Saat itu, pihaknya kemudian mencari seniman topeng Sidakarya untuk nyineb upacara Ngaben yang dilaksanakannya.

Baca Juga: Woow! Kain Tenun Tradisional Khas Buleleng Naik Kelas, Jadi Sorotan di ajang Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng

“Untuk memesan topeng Sidakarya harus antre dan mendaftar jauh-jauh hari sebelumnya. Karena memang langka yang bisa nopeng Sidakarya. Waktu itu masih groupnya almarhum Pak Durpa,” kenangnya.

Lantaran kerap mengalami kesulitan memesan topeng Sidakarya, ia akhirnya terketuk hatinya untuk belajar nopeng Sidakarya. Lanang yang juga mantan Komisaris Bank BPD Bali ini belajar nopeng dari guru tarinya sejak kecil, yakni Jro Mangku Kardi yang merupakan pegawai TVRI.

“Beliau dulu tamatan STSI kebetulan dulu Jro mangku kardi KKN di Desa Bebetin saat saya masih SD dulu pernah diajar Tari Wirayuda dan Puspawresti. Cuma setelah SMP dan bekerja saya tidak menekuni tari lagi” kata pria asal Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng ini.

Ia kemudian kembali belajar menari setelah menekuni profesi sebagai dosen tahun 2016 lalu.  Selain belajar dengan Jro Mangku Kardi, Lanang juga tak menutup diri untuk belajar menari dengan mahasiswa yang memang merupakan seorang pragina.

Baca Juga: BNI Gelar Lucky Draw Kartu Kredit BNI JCB Ultimate dan Precious Berhadiah Terbang dan Universal Studio Jepang

“Nah setelah fokus menjadi dosen, ada waktu luang untuk belajar menari. Termasuk juga belajar dari mahasiswa saya di kampus, ada beberapa namanya yang masih ingat, ada Dewa Edi, Budi, Wahendra, dan juga rekan dosen Tubagus Dananjaya,” imbuhnya.

Lanang menceritakan, awalnya dirinya hanya hanya ingin belajar topeng penglembar.

Namun malah keasyikan hingga terus berlanjut ke topeng penasar, sampai belajar topeng Sidakarya, di sela-sela kesibukannya sebagai akademisi.

Perlahan namun pasti. Kepiawaiannya nopeng kian terasah saat mulai ngayah di sejumlah wilayah di Kabupaten Buleleng.

Bahkan, sejak 4 tahun silam, dirinya sudah tampil hampir di seluruh pelosok Buleleng.

Ditambah dengan didirikannya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bli Braya, Lanang pun kian semangat untuk ngayah nopeng bondres hingga Sidakarya.

Tidak jarang, dirinya juga memberikan bantuan berupa genta dan peralatan kepemangkuan di sejumlah desa yang disasarnya.

Baca Juga: Siap-Siap Sirkuit Buleleng Akan Dibangun di Desa Lumbanan, Pembangunan akan Dilaksanakan Bertahap

“Nopeng Sidakarya itu biasanya saat acara Pitra Yadnya seperti Ngaben, ada juga saat pujawali, ngenteg linggih atau upacara Dewa Yadnya. Dan itu tiang lakukan secara gratis. Tidak dipungut sepeser biaya pun kepada Sang Yajamana,” imbuhnya

Seperti diketahui, Prof. Lanang Perbawa memang memiliki kiprah yang moncer dalam karirnya baik sebagai akademik maupun pemerintahan.

Semua diawali dari proses pendidikan yang dijalaninya.

Prof. Lanang Perbawa menceritakan Pendidikan dasar hingga menengahnya ditempuh di Kabupaten Buleleng, sebelum akhirnya melanjutkan studi hukum di Universitas Merdeka Malang dan meraih gelar sarjana pada tahun 1996.

Semangatnya dalam dunia akademik membawanya melanjutkan studi Magister Hukum di Universitas Diponegoro Semarang (2002) dan meraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2013 dengan disertasi tentang eksistensi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam sistem pemilu di Indonesia.

Karirnya dimulai sebagai legal drafter di Departemen Hukum dan HAM pada periode 1996-2002, di mana ia turut serta dalam penyusunan berbagai rancangan undang-undang penting seperti RUU KUHP, RUU Tindak Pidana Korupsi, dan RUU HAM.

Baca Juga: Rem Tak Berfungsi, Truk Hino Pengangkut Peti Kemas Roboh di Jalur Tengkorak

Pengalamannya dalam bidang legislasi ini semakin memperkuat keahliannya dalam dunia hukum.

Selain sebagai akademisi, Prof. Lanang juga aktif dalam dunia organisasi dan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai anggota KPU Bali Divisi Hukum dan Advokasi (2003-2008) sebelum kemudian menjadi Ketua KPU Bali periode 2008-2013. Dedikasinya dalam memastikan pemilu yang transparan dan demokratis menjadikannya salah satu tokoh penting dalam tata kelola pemilu di Bali.

Tak hanya berkontribusi dalam bidang pemilu, Prof. Lanang Putra juga aktif dalam berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM). Ia mendirikan Bali Forum, LKKP, serta Garda Buleleng. Selain itu, ia juga merupakan Ketua Kanjanu Foundation sejak 2012 dan menjadi bagian dari LSM Bli Braya serta Bali Pergerakan Indonesia.

Dalam dunia akademik, Prof. Lanang Putra menjabat sebagai dosen Kopertis pada Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar sejak 2013.

Baca Juga: Penyuluh Agama Hindu Ajak Anak-Anak Pasraman Widyalaya Rsi Markandya Belajar Yoga

Saat ini, ia juga mengemban tugas sebagai Dekan Fakultas Hukum di universitas tersebut. Keaktifannya dalam penelitian dibuktikan dengan berbagai publikasi ilmiah tentang hukum, pemilu, hak asasi manusia, serta kebijakan publik yang diterbitkan di jurnal nasional dan internasional.

Selain berkiprah di dunia akademik, ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris BPD Bali (2015-2019) serta Ketua Majelis Pengawas Daerah (MPD) Notaris Kota Denpasar (2017-2020) dan Kabupaten Badung (2020-2024).

Kepercayaan yang diberikan kepadanya di berbagai posisi strategis ini mencerminkan kapasitas dan integritasnya dalam bidang hukum dan kebijakan publik. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Mahasaraswati #denpasar #Topeng Sidakarya #ngayah #guru besar #I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa