BALIEXPRESS.ID – Setelah beberapa hari lalu warga Kecamatan Penebel digegerkan dengan penemuan bayi perempuan di pinggir tegalan, kini masyarakat Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan kembali dihebohkan dengan temuan bayi laki-laki dalam tas hitam di selokan.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Gusti Made Berata, menjelaskan, bayi tersebut ditemukan di dalam tas ransel hitam merah merek Polo Henda di selokan pinggir Jalan Raya Pupuan-Seririt, tepatnya di Banjar Dinas Bantiran, Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.
“Bayi ditemukan dalam kondisi selamat di dalam selokan di pinggir jalan utama Pupuan-Seririt pada Sabtu malam (8/3), sekitar pukul 23.07 Wita, oleh seorang warga Desa Bantiran bernama Made Dwi Arsana,” jelasnya, Minggu (9/3).
Iptu Berata menjelaskan, penemuan bayi terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 Wita.
Saat itu, pelapor hendak pergi ke rumah temannya di Desa Subuh dengan mengendarai sepeda motor dan melewati Jalan Raya Pupuan-Seririt.
Sesampainya di pos polisi Desa Bantiran, pelapor berhenti untuk menerima telepon.
“Setelah selesai menerima panggilan, saksi hendak melanjutkan perjalanan ke Desa Subuh,” lanjutnya.
Namun, sebelum memacu sepeda motornya, pelapor mendengar suara tangisan dari arah selokan dekat tempatnya berhenti.
Awalnya, ia mengira suara tersebut berasal dari seekor luwak yang ditinggal induknya.
Karena suara tangisan semakin jelas, pelapor memarkir kendaraannya dan mengecek sumber suara.
Ia menemukan sebuah tas ransel hitam merah merek Polo Henda di dalam selokan di pinggir Jalan Raya Pupuan-Seririt sebelah barat.
“Saat didekati, ternyata suara tersebut berasal dari tangisan bayi. Pelapor lalu menghubungi Perbekel Desa Bantiran, Nyoman Suranata. Setelah tiba di lokasi, Suranata bersama saksi membuka tas hitam tersebut,” paparnya.
Saat dibuka, di dalam tas terdapat seorang bayi laki-laki yang sedang menangis dan sudah dikerubuti semut.
Pelapor dan saksi kemudian melaporkan kejadian itu ke Puskesmas Pupuan 1 dan Piket Polsek Pupuan untuk penanganan lebih lanjut.
Perbekel Desa Bantiran, Nyoman Suranata, membenarkan adanya temuan tersebut.
Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan petugas di Puskesmas Pupuan 1, bayi tersebut memiliki berat sekitar 2,6 kilogram dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan untuk perawatan lebih lanjut.
“Saat ditemukan, resleting tas sedikit terbuka, tidak tertutup sepenuhnya. Ketika dibuka, bayi itu sudah dikerubuti semut merah, dan masih ada jejak darah di kulitnya.
Dari pemeriksaan awal di puskesmas, diperkirakan bayi tersebut lahir sekitar tiga jam sebelum ditemukan,” terangnya.
Kapolsek Pupuan, AKP Wayan Sudiarba, menyatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Barang bukti yang diamankan meliputi satu tas ransel, enam lembar kertas, satu gulung benang, satu gulung perban, satu lembar kain, dan satu tas belanja polos.
“Saat ini kami tengah melakukan penyisiran di lokasi penemuan, memeriksa rekaman CCTV di sekitar Jalan Raya Pupuan-Seririt, serta mengecek data tempat persalinan di wilayah hukum Pupuan,” ungkapnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna