Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

WOW, PPN Pengambengan Jembrana Bersiap Jadi Pusat Perikanan Internasional, Berpotensi Serap 55 Ribu Tenaga Kerja

I Gde Riantory Warmadewa • Selasa, 11 Maret 2025 | 15:17 WIB

 

Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan, Senin (10/3/2025).
Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan, Senin (10/3/2025).

BALIEXPRESS.ID - Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Jembrana, Bali, sedang bersiap untuk bertransformasi menjadi pusat perikanan internasional.

Proyek ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025.

Kepala Sub Bagian Umum PPN Pengambengan, Lukman Hadi, menjelaskan bahwa pengembangan ini bertujuan untuk mengakomodasi pemindahan kapal-kapal perikanan dari Pelabuhan Benoa, yang akan difokuskan menjadi Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).

"Pengembangan PPN Pengambengan ini masuk dalam PSN untuk memfasilitasi pemindahan kapal-kapal perikanan dari Pelabuhan Benoa," ungkap Lukman saat ditemui pada Senin (10/3/2025).

Proyek pengembangan yang dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan ini memiliki nilai Rp1,15 triliun.

Dengan pengembangan ini, PPN Pengambengan ditargetkan meningkatkan produksi perikanan dari 12.304 ton menjadi 80.000 ton.

Nilai produksi pun diproyeksikan mencapai Rp 3,2 triliun, dan jumlah kapal yang beroperasi akan meningkat dari 599 unit menjadi 1.500 unit.

Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap persiapan dokumen tender.

Lukman menyebutkan bahwa tender pra-kualifikasi ditargetkan berlangsung pada April 2025, sementara pemenang tender diharapkan sudah bisa diumumkan pada Juni-Juli 2025.

"Ini tender internasional karena nilai kontrak lebih dari 1 triliun," ungkapnya.

Selain itu, pengembangan PPN Pengambengan juga diproyeksikan akan membuka lapangan pekerjaan bagi 55.000 orang, dengan perputaran uang diperkirakan mencapai Rp32 miliar per hari.

Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) pun diperkirakan melompat dari Rp 1 miliar menjadi Rp150 miliar.

Di sisi lain, Lukman menambahkan, untuk mendukung transformasi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan menjadi pusat perikanan internasional, pemerintah berencana memperluas lahan pelabuhan dari 13,5 hektare menjadi 60 hektare dan kolam labuh dari 30 hektare menjadi 72,5 hektar.

Proses reklamasi akan dilakukan melalui pengerukan pendangkalan dan pemanfaatan material urugan dari wilayah Bali.

"Ada pengurangan pada luas lahan reklamasi. Kini, diperkirakan mencapai 40 hektare lebih. Kami menggunakan pendekatan cut and fill untuk reklamasi, di mana material dari pengerukan pendangkalan akan digunakan untuk pengurukan. Jika ada kekurangan, material tambahan akan dicari di daerah Bali," terangnya.

Perubahan juga akan terjadi pada desain kolam labuh untuk mengatasi sedimentasi dari muara Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, dengan mengubah arah pintu masuk ke arah barat dari sebelumnya di selatan.

"Desain telah dilakukan dengan melibatkan para pakar, memastikan sedimen nantinya akan mengarah ke perairan Pebuahan, Kecamatan Negara, sehingga tidak menyebabkan abrasi," imbuhnya.

Lukman menegaskan bahwa pengembangan PPN Pengambengan mempertimbangkan keberlanjutan nasib nelayan lokal.

Area kolam labuh akan terbagi, di mana area eksisting akan tetap diperuntukkan bagi nelayan lokal, sedangkan area pengembangan akan digunakan untuk nelayan besar.

"Mereka (nelayan lokal) tidak akan terdampak negatif. Wilayah kolam yang mereka gunakan tetap ada, dan mereka akan diuntungkan dengan hadirnya perusahaan baru dari Benoa," jelasnya.

Selama proses pembangunan, aktivitas perikanan nelayan lokal akan berjalan seperti biasa.

Pemerintah daerah Jembrana juga diharapkan dapat berkontribusi dan mendapatkan manfaat dari proyek ini, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kami berupaya agar ekonomi tidak hanya menguntungkan pihak luar; masyarakat Jembrana juga harus bisa merasakan manfaatnya," tutup Lukman. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#pelabuhan perikanan #PSN #jembrana