BALIEXPRESS.ID- Sebuah prosesi ngaben atau kremasi megah dan tak biasa berlangsung di Banjar Senibun, Nusa Penida.
Upacara Palebon Jero Mangku I Nengah Setar pada Rabu (12/3) menarik perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.
Baca Juga: Pencuri Domba Beraksi Saat Warga Sahur, Kepergok Lalu Dikejar Pemotor
Pasalnya, upacara pengabenan tokoh Nusa Penida tersebut dilakukan dengan hal yang tidak biasa.
Dalam beberapa video yang viral di media sosial, terlihat momen ketika lembu (wadah jenazah) yang digunakan dalam upacara ngaben, diangkat dan diletakkan di atas sebuah mobil pickup baru sebelum dibakar.
Baca Juga: MANDIRI! Sekaa Teruna Yoga Mekar dan Warga Kedisan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak
Di mana mobil pickup yang berada di bawah lembu tersebut ikut terbakar bersama Lembu (wadah jenazah).
Tak hanya itu, berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, sejumlah barang berharga seperti emas dan berlian juga turut dibakar dalam prosesi ini.
Sontak saja, upacara pengabenan ini menjadi pertama dan unik di Bali.
Unggahan ini pun menuai berbagai komentar dari warganet di media sosial.
Banyak yang mempertanyakan alasan di balik pembakaran mobil serta barang berharga tersebut.
Baca Juga: Tak Terima Hubungan Diputus, Pria 19 Tahun Nekat Tusuk Mantan Kekasih
Namun dibalik kisah tersebut, pengabenan dengan menggunakan mobil yang turut dibakar merupakan permintaan dari almarhum.
Bahkan kini di media sosial, beredar surat wasiat yang dibuat oleh I Nengah Setar tertanggal 3 April 2024.
Dalam surat wasiat tersebut, pria yang beralamat di Banjar Ambengan Linggih, Desa Sakti Kecamatan Nusa Penida, Klungkung itu meminta agar saat meninggal diaben menggunakan bade yang dinaikkan di atas mobil berwarna putih.
“Bade dan beserta mobil dibakar, mobil tidak boleh dibawa pulang,” isi surat wasiat tersebut dikutip pada Kamis (13/03/2025).
Editor : Wiwin Meliana