BALIEXPRESS.ID - Aryawedakarna menanggapi sidak sandal siswa yang diduga terjadi di SMKN 2 Bangli.
Dalam sebuah pernyataan di akun Instagramnya, Aryawedakarna mempertanyakan dasar hukum yang mendasari tindakan tersebut, mengingat situasi ekonomi yang semakin sulit bagi banyak keluarga.
Baca Juga: Perjuangan Epik STT di Badung: Jalan Kaki Puluhan Kilometer Demi Pawai Ogoh-Ogoh
Ia menekankan bahwa dalam konteks Negara Pancasila, semua warga negara, baik kaya maupun miskin, harus dilindungi oleh negara.
Aryawedakarna juga menganggap tindakan penyitaan sandal sebagai bentuk pembullyan.
Ia mengajak masyarakat untuk melaporkan sekolah-sekolah yang melakukan sidak sandal tanpa dasar hukum yang jelas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jika tindakan tersebut terus berlanjut, sekolah harus menyediakan sandal bagi siswa dengan menggunakan dana Komite Sekolah agar dapat memenuhi kebutuhan siswa secara tepat.
Baca Juga: Beredar Surat Wasiat I Nengah Setar, Minta Diaben dengan Bade di Atas Mobil Putih
Dalam unggahannya, Aryawedakarna mengingatkan pentingnya memperhatikan hak-hak siswa dan tidak membebani mereka dengan masalah yang seharusnya tidak ada.
Ia berencana untuk memanggil pihak sekolah untuk meminta penjelasan mengenai kebijakan ini dan mendesak agar tindakan serupa tidak terulang di masa depan.
Pernyataan ini mencerminkan kepedulian Aryawedakarna terhadap kesejahteraan siswa dan tantangan yang dihadapi oleh orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
"Situasi ekonomi sudah sulit, urusan sandal kok dimasalahkan sekolah?" tulisnya di akun Instagramnya.
Sontak, Unggahan tersebut ramai dikomentari oleh warganet yang juga tidak setuju diadakan sidak sendal di setiap sekolah.
Baca Juga: Pencuri Domba Beraksi Saat Warga Sahur, Kepergok Lalu Dikejar Pemotor
"Sekolah di negeri ini terlalu sibuk urusi penampilan hingga lupa bagaimana membentuk kecerdasan utk bertahan hidup di lapangan nanti. Makanya negeri kita tetap begini2 saja sampai saat ini." tulis akun @erxbali.
"Mih sampe sandal disidak giliran di sidak dana komite ngamuk." tulis akun @adhitya_dananjaya.
"Saudara kita di bagian timur banyak yg gak pake alas kaki kalau sekolah." tulis akun @lonce_music.
"di sklhku jg dulu gtu kok wi, gblh pake sandal jepit katanya biar ga kaya orng habis mandi kalogasalh, meski sndl jepit bermerk pun takboleh." tulis akun @jeni.martinnnn.
Baca Juga: MANDIRI! Sekaa Teruna Yoga Mekar dan Warga Kedisan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak
"Rage di stm me swalow sing ngaruh." tulis akun @kdarim.
"Kan memang Dr dl Nike jik, kata anak tyang gak boleh pake sandal jepit ! Hrs pake sandal slop nike." tulis akun @nyoman_sulastrini.
“men sing ngelah pis anggon mli sendal slop... Nyak gurue meliang...." tulis akun @ayu.casillas.
"Atahhh, liunan aturan mehukum payu melajah buung." tulis akun @godohnangka
Editor : Wiwin Meliana