BALIEXPRESS.ID- STT Bhuana Harum di Klungkung jadi sorotan karena memakai gabus untuk tapel Ogoh-Ogoh, berlawanan dengan tren di Denpasar.
Mereka beralasan keterbatasan waktu dan ukuran Ogoh-Ogoh yang besar.
Demikian terungkap dalam unggahan akun Instagram @denpasarcerita.
Berdasarkan keterangan postingan ini, Denpasar telah lama meninggalkan penggunaan gabus dalam pembuatan ogoh-ogoh, sebuah langkah yang digagas oleh seniman Denpasar, Marmar Herayukti.
Material alternatif yang lebih ramah lingkungan dan kuat telah menjadi pilihan utama bagi para seniman dan kelompok pemuda di kota ini.
Namun, baru-baru ini, Sekaa Teruna Teruni (STT) Bhuana Harum dari Banjar Bajing, Klungkung menjadi sorotan setelah memposting proses pembuatan tapel menggunakan gabus.
Menanggapi hal ini, STT Bhuana Harum memberikan klarifikasi melalui kolom komentar di akun TikTok mereka, @ST.BhuanaHarum.
Mereka menjelaskan bahwa penggunaan gabus didasari oleh beberapa alasan, terutama keterbatasan waktu dan ukuran ogoh-ogoh yang besar.
Ogoh-Ogoh mereka sudah dalam tahap akhir pengerjaan dengan teknik ulatan penuh, sehingga penggunaan gabus dianggap sebagai solusi praktis untuk menyelesaikan pembuatan tapel tepat waktu.
Unggahan ini pun menarik perhatian warganet. Banyak yang mendukung karena tidak menganggapnya sebagai masalah dan tetap termasuk dalam upaya melestarikan tradisi.
”Kepepet min ampura stt jak pat jak lima mgae. Intine di tapel gen gabus selebihne ulatan ampura min” tulis akun @fvckyanbean.
”Terus masalah ne di mana? Seni itu relatif yang penting bisa diolah kembali (membuangnya dengan cara yang benar ) dan kalau bisa mari belajar sedikit" untuk menggunakan bahan yang ramah lingkungan. SEMANGAT BERKARYA SEMETON JANGAN BIARKAN API SEMANGAT PUDAR ” tulis akun @taksu_bali.
”Engken je kebisanne, keto anggo semangat lestarikan tradisi ton..” tulis akun @surya_tanjung07.
”Ne be nyak pemuda berkarya, dari pada sing ngae, faktornya tapelnya gede, atau rumit dalam pembuatan menurut undaginya, tetep respect,” tulis akun @they_artismurder.
Editor : Nyoman Suarna