Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TRAGIS! Seorang Polisi di Polda Bali Lompat dari Jembatan Plaga, Tinggalkan Surat Wasiat Mengharukan

I Putu Suyatra • Senin, 17 Maret 2025 | 14:38 WIB

MASALAH BELUM TERSINGKAP: AIPDA Agus ES semasa hidupnya. (istimewa/radarbali.jawapos.com)
MASALAH BELUM TERSINGKAP: AIPDA Agus ES semasa hidupnya. (istimewa/radarbali.jawapos.com)

BALIEXPRESS.ID - Polda Bali berduka. Seorang personel Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian (Bid Propam), AIPDA Agus ES, ditemukan tewas diduga bunuh diri setelah melompat dari Jembatan Tukad Bangkung, Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, pada Minggu (16/3/2025).

Yang lebih mengejutkan, ia meninggalkan surat wasiat yang mengandung pesan mendalam untuk keluarganya.

Jejak Terakhir Sebelum Insiden

Tragedi ini terungkap setelah Kepolisian Sektor (Polsek) Petang menerima laporan bahwa AIPDA Agus ES meninggalkan rumah pada Sabtu (15/3) sekitar pukul 18.00 WITA dan tidak kembali.

Baca Juga: Tragis! Wisata ke Pantai Nyang-Nyang Berujung Petaka, WNA Tiongkok Hilang Terseret Arus Saat Liburan di Bali

Informasi tersebut memicu pencarian intensif oleh pihak kepolisian.

Menurut sumber kepolisian, GPS mobil dan ponsel korban terlacak berada di Jembatan Tukad Bangkung.

Saat petugas tiba di lokasi, mereka menemukan sebuah mobil Suzuki Splash merah dengan plat DK 1738 QF terparkir di sisi kanan jalan dari arah Denpasar.

Yang mencurigakan, pintu mobil tidak terkunci dan di dalamnya terdapat tas selempang, KTP, SIM, KTA Polri, dua ponsel, serta selembar surat wasiat.

Baca Juga: Terungkap dalam Yama Purana Tattwa, Ini Makna Teologis Upacara Kematian di Bali

Isi Surat Wasiat yang Menggugah

Dalam surat tersebut, AIPDA Agus ES menuliskan pesan haru untuk istrinya, AI.

"Aku sayang banget sama Mama. Maafkan atas kesalahan, Bapak hanya perjuangkan keadilan. Jaga anak dan kuatkan mental anak-anak."

Ia juga meminta orang tuanya menjaga kesehatan serta berpesan kepada adiknya, TD, agar membantu merawat anak-anaknya supaya kelak menjadi sukses.

Yang paling mengejutkan, dalam akhir suratnya, Agus menulis pesan spiritual,

"Sampai bertemu kembali apabila kita bersama-sama menjadi Buddha. Doakan agar saya cepat lahir lagi."

Penemuan Jasad di Dasar Jurang

Pencarian dilakukan hingga ke dasar jurang sedalam 30 meter di bawah jembatan.

Tim kepolisian menemukan jejak batang pohon patah dan semak-semak rusak, hingga akhirnya jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

"Posisinya tengadah di bawah tebing. Wajahnya hancur karena diduga kepala terbentur terlebih dahulu," ungkap seorang petugas di lokasi.

Baca Juga: Satpolair Polres Jembrana Gagalkan Penyelundupan Lima Ekor Penyu Hijau, Temukan Potongan Daging Penyu Didalam Kulkas Milik Pelaku

Tim SAR Polda Bali bersama Polsek Petang, Identifikasi Polres Badung, serta TNI Koramil Petang bekerja sama mengevakuasi jenazah korban.

Sekitar pukul 13.30 WITA, jasad berhasil diangkat dan langsung dibawa menggunakan mobil PMI Badung menuju rumah duka di Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, dengan pengawalan Provost Polda Bali.

Motif Masih Misterius

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, S.I.K., membenarkan insiden ini dan menyebutkan bahwa motif dari tindakan tragis ini masih dalam penyelidikan.

"Terkait motif masih didalami, dan akan disampaikan kebenarannya," ujarnya singkat.

Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi keluarga, rekan kerja, serta institusi kepolisian. Apa yang sebenarnya terjadi di balik aksi nekat AIPDA Agus ES?

Polisi terus menyelidiki untuk mengungkap alasan di balik tragedi ini. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#polda bali #Kabupaten Badung #Jembatan Tukad Bangkung #surat wasiat #bunuh diri #AIPDA Agus ES