BALIEXPRESS.ID - Kasus kematian tragis Komang Kesuma Jaya (37), warga asal Desa Yehembang, Kabupaten Jembrana, Bali, semakin mengundang tanda tanya. Polisi kini menguak fakta baru yang mengarah pada dugaan keterlibatan rekannya, Putu Saputra Adinata alias Gading, yang juga ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan.
Dua Kematian yang Saling Berkaitan?
Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Andrew Vega, mengungkapkan bahwa kematian Komang dan Gading terjadi dalam rentang waktu berdekatan.
Dugaan kuat menyebut bahwa kedua insiden ini saling berkaitan, memunculkan spekulasi bahwa ada skenario kelam di baliknya.
Jenazah Komang pertama kali ditemukan mengambang di Sungai Desa Bimorejo, Banyuwangi pada Senin (10/3/2025).
Padahal, sehari sebelumnya, ia berpamitan untuk pergi ke Banyuwangi bersama Gading.
Namun, kejanggalan mulai muncul saat Gading kembali seorang diri ke Desa Yehembang pada Senin pagi dan memberikan alasan yang tak masuk akal.
Ia mengaku Komang sedang beristirahat di Jembrana dan bersiap ke Lombok.
Sore harinya, keluarga Komang dikejutkan oleh kabar dari polisi bahwa Komang ditemukan tewas.
Baca Juga: TRAGIS! Seorang Polisi di Polda Bali Lompat dari Jembatan Plaga, Tinggalkan Surat Wasiat Mengharukan
Tak lama setelah itu, Gading menghilang dari rumahnya tanpa jejak.
Ditemukan Tewas di Gubuk Pinggir Sungai
Hilangnya Gading berujung tragis. Polisi akhirnya menemukan jasadnya di sebuah gubuk di pinggir sungai Desa Wongsorejo, Banyuwangi, Kamis (13/3/2025).
Dugaan sementara menyebutkan bahwa Gading mengakhiri hidupnya sendiri, namun apakah benar demikian?
Autopsi Ungkap Luka Misterius
Keanehan semakin nyata setelah hasil autopsi jenazah Komang Kesuma Jaya mengungkap luka akibat benda tumpul di kepala.
Tak hanya itu, ditemukan pula air dan pasir menumpuk di saluran pernapasan dan paru-parunya, mengindikasikan kemungkinan Komang mengalami kekerasan sebelum tewas.
Fakta ini sejalan dengan kecurigaan keluarga yang sejak awal menduga Komang adalah korban pembunuhan.
"Kejadian ini menguatkan dugaan keterlibatan Putu dalam kematian Komang," ujar Kompol Vega.
Jejak Sepeda Motor yang Hilang
Salah satu petunjuk yang mengarah pada motif kasus ini adalah sepeda motor Yamaha N-Max milik Komang.
Beberapa waktu sebelum kejadian, Komang dan Gading diketahui pergi ke Wongsorejo dengan motor tersebut.
Anehnya, saat mereka kembali ke Jembrana, motor itu tak lagi bersama mereka.
Baca Juga: Terungkap dalam Yama Purana Tattwa, Ini Makna Teologis Upacara Kematian di Bali
Penyelidikan polisi mengungkap bahwa Gading telah menggadaikan motor Komang sebesar Rp 7 juta tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Diduga, saat Komang mengetahui hal tersebut, konflik terjadi hingga berujung pada tragedi.
Polisi Masih Menyelidiki Motif Sesungguhnya
Kini, polisi telah mengamankan sepeda motor tersebut sebagai barang bukti dan terus menyelidiki kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kematian keduanya.
Apakah Gading benar-benar bunuh diri karena tekanan, atau ada aktor lain yang bermain di balik kasus ini?
Kasus ini masih terus dikembangkan, sementara keluarga korban berharap keadilan segera terungkap.
Apakah ini murni kasus utang-piutang atau ada rahasia lain yang belum terungkap? Polisi masih mencari jawabannya. ***
Editor : I Putu Suyatra