BALIEXPRESS.ID – Banjar Bualu, Desa Adat Bualu, Kuta Selatan, menjadi saksi prosesi sakral "Nguripin Taksu" atau menghidupkan taksu ogoh-ogoh yang bertajuk "Tattwaning Kalisangara".
Baca Juga: Kebakaran Rumah Warga di Ungasan, Penyebab Masih Diselidiki
Unggahan dari akun Instagram @denpasarnow, prosesi ini dilaksanakan pada Sabtu, 15 Maret 2025, sebelum pementasan ogoh-ogoh di Puspem Badung.
Tradisi ini merupakan bagian penting dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi yang penuh makna spiritual.
Ogoh-ogoh yang dihidupkan dalam prosesi ini bukan hanya sekadar karya seni, tetapi juga simbolisasi nilai-nilai budaya dan spiritualitas masyarakat Bali.
Dalam tradisi Hindu Bali, taksu adalah energi spiritual yang memberikan kekuatan dan jiwa pada ogoh-ogoh.
Prosesi ini dilakukan dengan penuh khidmat melalui doa-doa dan ritual khusus.
Baca Juga: Hasil Lomba Ogoh-Ogoh Bhandana Bhuhkala Festival 2025, Juara I dan II Menjadi Perdebatan Warganet
Acara ini mendapat perhatian luas dari masyarakat setempat dan wisatawan yang ingin menyaksikan keunikan budaya Bali.
Keindahan ogoh-ogoh yang dihias dengan detail artistik semakin menambah daya tarik acara ini.
Puncaknya adalah pawai ogoh-ogoh yang melibatkan seluruh komunitas adat, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan.
Baca Juga: Polemik Penjurian Ogoh-Ogoh di Bhandana Bhuhkala Festival 2025, ST Yowana Pratyaksa Sampaikan Protes
Melalui prosesi seperti ini, tradisi Bali terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Editor : Wiwin Meliana