Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cegah DBD dengan Edukasi 3M Plus: Soffell dan Pemerintah Provinsi Bali Sasar 35 Desa dan Kelurahan

I Gusti Ngurah Agung Bayu Sastra • Jumat, 21 Maret 2025 | 15:31 WIB

 

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan CHRO Enesis Group, Bambang Cahyono
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan CHRO Enesis Group, Bambang Cahyono

 

DENPASAR, BALI EXPRESS - Enesis Group melalui brand andalannya, Soffell, mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), melalui program “Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat dan Bebas DBD” di Provinsi Bali. Upaya pencegahan terhadap gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopicus ini dilakukan antara lain dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).

Peluncuran program ini dilakukan oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta dan Sekretaris 1 TP PKK Provinsi Bali, Seniasih Giri Prasta pada Kamis (20/3) di Wantilan Grand Inna Denpasar bersama CHRO Enesis Group, Bambang Cahyono didampingi oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa serta Ayu Kristi Arya Wibawa; Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar serta para Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Badung.

Baca Juga: Pengakuan Istri yang Suaminya Dikeroyok Usai Buang Sampah, Diduga Diintimidasi Agar Tak Lapor ke Polisi

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta menyampaikan terima kasih kepada Enesis Group dan Soffell, karena telah membantu Pulau Dewata. Dikatakan, dibandingkan tahun 2023, kasus DBD di Bali lebih tinggi pada tahun 2024.

“Tetapi hari ini kita berikhtiar dan berdoa, kolaborasi dengan Dinas Keshatan Provinsi Bali, Kabupaten dan Kota, didukung stakeholder semua menjadikan kasus kematian DBD di Bali bisa 0 persen. Kami yakin dan percaya dengan adanya gerakan ini dapat meminimize kasus DBD di Provinsi Bali. Semoga masyarakat kita sehat, karena kesehatan itu utama. Hari ini bapak dan ibu adalah bagian daripada pahlawan pejuang untuk mengantisipasi berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk apalagi yang menyebabkan penyakit menular seperti contoh Aedes aegypti dan semoga ini berjalan dengan baik. Mari kita bersama sama untuk menciptakan rasa aman nyaman melalui gerakan jumantik ini”, ungkapnya.

Baca Juga: Ragnar Oratmangoen Bongkar Penyebab Utama Kekalahan Timans Indonesia dari Australia 1-5: Tagar #KluivertOut Trending

RM Ardiantara, Head of Public Relations Enesis Group menjelaskan bahwa Enesis Group melalui brand Soffell meyakini bahwa kunci dalam menurunkan kasus DBD adalah dengan mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih peduli terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan. 

“Oleh karena itu, kami terus berupaya secara berkelanjutan untuk memberikan edukasi tentang PSN 3M Plus. Menutup, Menguras, Mendaur ulang serta menggunakan lotion anti nyamuk. Kami berharap bahwa edukasi ini bukan hanya sekadar upaya sementara, tetapi merupakan investasi jangka panjang sehingga kesadaran akan pencegahan DBD akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan dapat mengurangi jumlah kasus DBD secara signifikan”, ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M. Kes mengatakan bahwa yang paling utama dilakukan adalah 3M plus. “Kita akan usulkan program vaksinasi itu program nasional dan tidak berbayar. Tapi saat ini kita tetep 3M plus-nya memakai obat nyamuk lotion sebelum tidur, itu yang pling penting plusnya”, ucapnya.

Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa Tiga Mobil di Bangli, Dua di Antaranya di Parkiran Pura

Langkah Tanggap Soffell dalam Pencegahan DBD

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2024 tercatat 257.271 kasus DBD di Indonesia, dengan 1.461 kematian. Kasus tahun 2024 merupakan kasus tertinggi dibanding kasus 3 tahun terakhir. Dengan penyebaran kasus tertinggi di provinsi Jawa Barat dengan 61.423 kasus, Jawa Timur dengan 32.086 kasus, Jawa Tengah dengan 17.083 kasus, Bali dengan 15.617 kasus, dan Banten dengan 13.537 kasus.

Program “Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat dan Bebas DBD” merupakan inisiatif dari Enesis Group yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang upaya pencegahan DBD secara langsung kepada masyarakat di tingkat terendah, yaitu desa/kelurahan dan keluarga. Program ini akan berlangsung mulai tanggal 2 April hingga 7 Juni 2025 di Kota Denpasar meliputi wilayah Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Selatan, Kabupaten Badung meliputi wilayah kecamatan Kuta Selatan, dan Kabupaten Gianyar meliputi wilayah Kecamatan Ubud.

Baca Juga: Kronologi Mahasiswi Tewas Terlindas Truk di Balongbendo, Sopir Avanza Kabur Usai Menyerempet

Dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali, Enesis Group melalui brand Soffell turut berperan aktif dalam upaya edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, khususnya demam berdarah melalui program terpadu PSN 3M Plus dan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik.

Enesis Group mendorong masyarakat untuk secara rutin melakukan tindakan pencegahan, seperti menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah-wadah air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk, serta melindungi diri dengan penggunaan lotion anti nyamuk Soffell yang memberikan perlindungan maksimal dari gigitan nyamuk. Serta menjadi sangat penting dalam memastikan setiap rumah tangga secara mandiri melakukan pemeriksaan dan pengawasan jentik nyamuk secara rutin, sehingga pencegahan DBD bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. 

“Kami percaya, dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, upaya ini akan memberikan dampak positif yang signifikan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari ancaman demam berdarah”, pungkas Ardiantara.

Editor : I Gusti Ngurah Agung Bayu Sastra