Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Niluh Djelantik Berang, Proyek Klinik Diduga Melanggar Kawasan Suci di Bali: Warganet Beri Dukungan

Ni Luh Putu Aristya Kristina Putri • Senin, 24 Maret 2025 | 00:19 WIB
PRIHATIN: Tangkapan layar kekhawatiran senator DPD/MPR RI Bali, Niluh Djelantik, terhadap proyek klinik yang dianggap melanggar aturan kawasan suci di Bali.
PRIHATIN: Tangkapan layar kekhawatiran senator DPD/MPR RI Bali, Niluh Djelantik, terhadap proyek klinik yang dianggap melanggar aturan kawasan suci di Bali.

BALIEXPRESS.ID – Senator DPD/MPR RI Bali, Niluh Djelantik, mengungkapkan keprihatinannya terhadap proyek klinik yang dianggap melanggar aturan kawasan suci di Bali.

Dalam pernyataannya, Djelantik menekankan bahwa proyek tersebut tidak dapat dilaksanakan tanpa mematuhi regulasi daerah yang ada.

Ia mempertanyakan sikap pihak-pihak yang terlibat dalam proyek ini, terutama terkait izin dari desa setempat.

"OSS tidak bisa dijalankan jika tidak ikut aturan daerah! Proyek klinik ini harus direvisi sesuai aturan kawasan suci di Bali!" tegasnya.

Djelantik juga meminta transparansi mengenai identitas investor dan dokumen perizinan yang relevan, termasuk gambar PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dan pemahaman tentang KDB (Koefisien Dasar Bangunan).

Ia mengingatkan bahwa masyarakat dan bendesa adat Canggu telah lama mengeluhkan masalah ini.

"Apakah kepala daerah dan anggota dewan tidak paham soal ini?" tanyanya.

Dalam unggahan di akun Instagramnya, @niluhdjelantik, ia menyatakan, "Halo OSS! Sudah saatnya OSS harus mendapatkan izin dari desa setempat, kalau tidak bisa hancur Bali oleh investasi ugal-ugalan."

Pernyataan ini mencerminkan kekhawatirannya akan dampak negatif investasi yang tidak memperhatikan aspek budaya dan lingkungan di Bali.

Niluh Djelantik berharap agar semua pihak dapat lebih peka terhadap potensi dampak lingkungan dan sosial dari proyek-proyek besar yang beroperasi di kawasan suci.

Unggahan tersebut ramai dikomentari oleh warganet. Banyak yang menyayangkan hal tersebut dan dampak kedepannya bagi masyarakat Bali. Warganet beramai-ramai meminta agar Pembangunan klinik dihentikan.

"Jika semua diatur Pusat (Sentralisasi), buat apa ada PEMPROV dan Pemkab? Bubarkan saja pemda. Ngurus proyek cuan nomer satu, Moral nomer sekian! Bali mau dibawa kemana? Bali butuh pemimpin sejati, bukan admin Parte." tulis akun @gus_dark_art.

"Nyen kar ngajegang gumi bali ne yen sing nak bali, yen be benyah mare mepangenan ulian gelap mata jak pipis." tulis akun @w.darmayoga.

"Besok bisa, puranya yang akan ngalah dibongkar. Manusia diberi pikiran buat jaga alam dan budaya.. bukan buat menghacurkan tradisi leluhur." tulis akun @adibali_tourservice.

"Bu maaf, kalo izinnya tidak jelas dan tidak sesuai dengan peraturan langsung usut tuntas dan bongkar aja bangunannya. Jangan dibiarkan lagi bu. Kami udah capek dan muak dengan hal2 seperti ini dan terus terjadi. Saya percaya sm Ibu akan membuat bali jadi lebih baik dari orang2 serakah macam itu." tulis akun @sekarputridini.

"NYEN NGEBANG IJIN, NASKL*NG MULE LEME TO!!! YEN NAK BALI NGEBAANG IJIN 7 KETURUNAN PANG SAKIT NAS NE." tulis akun @asmara0119.

"JANGAN TUNGGU MASYARAKAT BALI KOMPAK RIBUT SANA SINI MELIHAT IBU PERTIWI NYA TERUS MENERUS DIKOTORI MANUSIA CULAS SERAKAH MOMO...HARTA DUNIA TIDAK AKAN PERNAH CUKUP UNTUK MANUSIA SERAKAH DAN LUPA DIRI.." tulis akun @wikasujana.

"Kok boleh berdiri bangunan di atas 1 lantai, mana di sebelah pura sebesar pura batur lg, masa gak ada aturan radius bangunan boleh berdiri di tas satu lantai dari pura, mana ini 4 lantai pula." tulis akun @krisna.ponget.

"Kira2 akan di bongkar atau lanjut??? Seharusnya sih bongkar kalau memang tegas, apalagi menyangkut adat dan agama. Apang sing terus kadung." tulis akun @ash_mita99.

Editor : Nyoman Suarna
#kawasan suci #bali #Niluh Djelantik #klinik