Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TRAGIS!!! Kronologi dan Penyebab Ogoh-Ogoh Banjar Wangaya Kelod, Denpasar Hangus Terbakar, Tinggal Lima Hari Jelang Pengerupukan

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 24 Maret 2025 | 02:08 WIB

TERBAKAR: Ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna Suralaga, Banjar Wanagaya Kelod, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara yang terbakar pada Minggu (23/3).
TERBAKAR: Ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna Suralaga, Banjar Wanagaya Kelod, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara yang terbakar pada Minggu (23/3).

BALIEXPRESS.ID – Sebuah insiden tak terduga mengguncang persiapan Hari Pengerupukan di Kota Denpasar, Bali. Ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna Suralaga, Banjar Wangaya Kelod, Desa Dauh Puri Kaja, yang hampir rampung, tiba-tiba hangus dilalap api pada Minggu (23/3) sore.

Musibah ini terjadi akibat percikan api dari proses pengelasan yang dilakukan untuk menyesuaikan ketinggian ogoh-ogoh.

Arsitek Ogoh-Ogoh, Komang Dedy Suryanata, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengantisipasi potensi kebakaran dengan menyiramkan air ke ogoh-ogoh, mengingat bahan utamanya berupa serabut kelapa dan kardus yang mudah terbakar.

Baca Juga: Wabup Alit Sucipta Hadiri Final Pemilihan Duta Anak Badung Tahun 2025

Namun, upaya tersebut tak mampu mencegah kobaran api yang menyambar dengan cepat.

"Kami sudah siapkan air dan memastikan ogoh-ogoh dalam kondisi basah. Tapi nyatanya, api dari percikan las tetap menyambar," ujar Dedy pasrah.

Kebakaran ini bermula saat pengelasan dilakukan untuk menurunkan tinggi ogoh-ogoh sekitar 50 cm agar tidak terhalang kabel listrik saat pengarakan.

Namun, bukannya menyelesaikan masalah, percikan api justru memicu bencana.

Baca Juga: Terdepan Dukung UMKM, BRI Raih Penghargaan Internasional Best SME Bank in Indonesia

"Setelah diukur, tinggi ogoh-ogoh mencapai 5,8 meter. Karena kabel-kabel melintang di jalan, kami putuskan untuk menyesuaikan tinggi. Tapi nahas, percikan api malah membakar semuanya," tambahnya.

Kejadian ini sontak membuat Sekaa Teruna di Banjar Wangaya Kelod dilema. Pasalnya, waktu yang tersisa hanya lima hari sebelum Hari Pengerupukan.

Mereka kini tengah mempertimbangkan apakah akan membuat ogoh-ogoh baru dalam waktu sesingkat itu atau tidak.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Warung Makan di Sanur, Saksi Ungkap Detik-detik Kejadian: Begini Katanya

"Kalau memang harus ada ogoh-ogoh, kami akan berusaha menyelesaikannya dalam lima hari," pungkas Dedy.

Musibah ini tentu menjadi pukulan berat bagi para pemuda banjar yang telah bekerja keras dalam pembuatan ogoh-ogoh.

Akankah mereka mampu bangkit dari keterpurukan dan menghadirkan ogoh-ogoh baru tepat waktu? Kita tunggu perjuangan mereka dalam beberapa hari ke depan! ***

Baca Juga: Tragis! Sapi Kesayangan Tertimpa Pohon Kelapa, Sang Kakek Menangis Histeris

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #ogoh-ogoh #terbakar #kota denpasar