Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Konflik Trasportasi Pariwisata Bali: Nuanu City Digerebek Transport Lokal, Ultimatum Dilayangkan

I Putu Suyatra • Senin, 24 Maret 2025 | 19:57 WIB

TUNTUT KEPASTIAN : Anggota tranportasi Beraban Transport Community (BTC) saat mendatangi Nuanu City di Pantai Nyayi Desa Beraban, Kediri, Tabanan.(juliadi/radar bali)
TUNTUT KEPASTIAN : Anggota tranportasi Beraban Transport Community (BTC) saat mendatangi Nuanu City di Pantai Nyayi Desa Beraban, Kediri, Tabanan.(juliadi/radar bali)

BALIEXPRESS.ID – Belum usai persoalan hukum terkait dugaan wanprestasi proyek dengan PT Semesta Konstruksi Persada, kawasan pariwisata Nuanu City di Pantai Nyanyi, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali kembali diterpa konflik baru.

Kali ini, protes keras datang dari kelompok transportasi lokal yang tergabung dalam Beraban Transport Community (BTC), Sabtu (23/3).

Dengan membawa spanduk dan tuntutan tegas, para anggota BTC mendatangi Nuanu City, menuntut kepastian dari manajemen Crazy terkait pemberdayaan transportasi lokal.

Baca Juga: Terbongkar! Kekerasan Brutal Ayah Tiri, Dua Bocah dan Ibu Jadi Korban

Mereka menegaskan agar koperasi transportasi desa adat, yaitu Koperasi Kencana, dilibatkan dalam pengelolaan transportasi bagi tamu dan pengunjung Nuanu.

Tuntutan BTC: Dari MoU Hingga Kompensasi Maksimal 10%

Dalam aksi tersebut, BTC menyampaikan beberapa tuntutan utama:

  1. Nuanu City harus memberdayakan seluruh anggota BTC—baik kendaraan roda empat maupun roda dua—dalam sistem transportasi kawasan wisata tersebut.

  2. Menjalin kerja sama resmi melalui MoU (kontrak kerja sama) antara Nuanu City dan Koperasi Kencana sebagai perwakilan desa adat Beraban.

  3. Menetapkan potongan kompensasi maksimal 10% kepada Nuanu City, mengingat mayoritas pengunjung masih menggunakan aplikasi transportasi online. Jika potongan mencapai 30%, harga layanan akan meningkat dan merugikan konsumen.

  4. Menolak sistem kontrak perorangan bagi anggota koperasi agar tidak terjadi pembengkakan biaya bagi Nuanu City.

Koordinator aksi, I Made Sujana alias Koder, menegaskan bahwa jika dalam satu minggu tidak ada tanggapan dari pihak Nuanu, mereka siap mengerahkan massa yang lebih besar.

Baca Juga: MIRIS! Tiga Bocah Curi Motor dan Jual Seharga Rp50 Ribu, Kini Jalani Pendampingan Psikologis

"Kami ingin pihak manajemen Nuanu lebih menghargai masyarakat Desa Beraban dan memberikan kepastian kerja sama dengan koperasi transportasi lokal," ujarnya.

Manajemen Nuanu dan Aparat Kepolisian Angkat Bicara

Menanggapi aksi ini, perwakilan manajemen Nuanu, Brayen, menyatakan bahwa mereka menghargai aspirasi dari BTC dan akan membahasnya lebih lanjut.

"Kami sudah menerima masukan dari mereka dan akan mendiskusikannya dengan manajemen agar tercapai kesepakatan," ujarnya singkat.

Sementara itu, Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukadana, membenarkan adanya aksi protes ini.

Ia memastikan bahwa demonstrasi berlangsung aman dan terkendali dengan pengawalan dari Polres Tabanan dan Polsek Kediri.

"Aksi berlangsung tertib tanpa insiden yang mengganggu keamanan," tutupnya.

Baca Juga: Viral Ibu-Ibu Keluhkan Jalan Denpasar Macet Karena Festival, Bikin Warganet Geram

Konflik Nuanu City: Akankah Berlanjut?

Dengan ultimatum satu minggu dari BTC, kini bola panas ada di tangan manajemen Nuanu.

Apakah mereka akan mengakomodasi tuntutan BTC atau justru membiarkan konflik ini semakin memanas? Kita tunggu perkembangannya! ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pariwisata #kabupaten tabanan #transportasi #Nuanu City