BALIEXPRESS.ID – Harga kebutuhan pokok atau komuditas di Kabupaten Badung mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Lonjakan harga komuditas pokok ini ditujukkan pada cabai rawit, daging ayam, cabai merah, bawang merah, dan daging babi.
Peningkatan merata dari pantau pasar yang dilakukan oleh Tim Penanganan Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung.
Salah satu Pedagang di Pasar Dalung Permai, Putu Eka mengakui, sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami lonjakan jelang hari raya.
Peningkatan harga ini disebutkan terjadi pada cabai rawit.
“Harga paling tinggi sekarang cabai rawit. Harga ini belum turun, dan sudah naik harganya dari seminggu lalu,” ujar Eka, Selasa (24/3).
Mirisnya dengan meroketnya harga komoditas, mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat khususnya Dalung Permai.
“Iya, menjelang hari raya Nyepi dan (Idul Fitri) yang numpuk ini pasar sepi pengunjung ,karena semua harga bahan-bahan mahal, terutama cabai. Apalagi dengan situasi cuaca ekstrem seperti sekarang ini,” ungkapnya.
Secara terpisah, Kabag Perekonomian Setda Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati mengakui, sejumlah komoditas memang mengalami kenaikan harga.
Hal itu pun sesuai dengan hasil monitoring ke sejumlah Pasar di Kabupaten Badung yang dilakukan oleh TPID Kabupaten Badung.
Pemantauan dilakukan di Pasar Kuta II, Mengwi, Blahkiuh, Jimbaran, Dalung dan Petang.
“Kami dari TPID Badung sudah melakukan monitoring ke pasar-pasar dan memang adanya lonjakan harga menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri ini,” ungkap Rosyawati.
Pihaknya juga menyebutkan, adanya kenaikan harga di beberapa komoditas mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat.
Berdasarkan monitoring yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali, pada minggu ke-3 di Bulan Maret 2025 diakui juga menujukan rata-rata komoditas di Badung mengalami kenaikan harga dibandingkan dengan Februari 2025.
Rosyawati menjelaskan, sesuai data harga daging ayam sebelumnya Rp 35 ribu kini mencapai Rp 41.078 per kg.
Selain itu, daging babi kini masih diangka Rp 103.883 per kg, bawang merah yang sebelumnya Rp 33.788 kini menjadi Rp 34.383 per kg, begitu juga Cabai merah sebelumnya Rp 55 ribu kini Rp 69.809 per kg, termasuk cabai rawit yang sebelumnya Rp 80 ribu kini menjadi Rp 89.414 per kg.
“Harga cabai rawit ini bisa saja meningkat. Bahkan ada yang sampai Rp 100 ribu lebih per kg," ucapnya.
Lebih lanjut ia memaparkan, harga cabai rawit dan cabai merah besar meningkat karena terbatasnya pasokan dari wilayah Bali dan Jawa Timur.
Hal ini pun akibat terganggunya produksi petani dan alur distribusi akibat cuaca yang kurang baik.
Sedangkan harga bawang merah meningkat karena penurunan pasokan karena cuaca yang kurang kondusif.
“Jadi termasuk harga sayur sawi hijau meningkat karena pasokan terbatas akibat faktor cuaca yang mengakibatkan penurunan produksi,” imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga