Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Dua Pelajar di Tabanan Terlibat Baku Hantam di Kos-kosan: Diduga ini Pemicunya

Nyoman Suarna • Rabu, 26 Maret 2025 | 23:50 WIB
DAMAI : Suasana dua pelajar IGAPW dan IKDA usai perkelahian didamaikan di Mapolsek Selemadeg Timur, Tabanan.
DAMAI : Suasana dua pelajar IGAPW dan IKDA usai perkelahian didamaikan di Mapolsek Selemadeg Timur, Tabanan.

BALIEXPRESS.ID – Hanya karena salah paham dalam obrolan grup WhatsApp, dua pelajar di Tabanan, Bali, terlibat baku hantam.

Beruntung, insiden ini berakhir damai setelah mediasi di Polsek Selemadeg Timur.

Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Nyoman Artadana, mengungkapkan bahwa peristiwa ini melibatkan dua pelajar berinisial IGAPW (18) dan IKDA (18).

Perkelahian terjadi akibat kesalahpahaman komunikasi, yang kemudian memicu emosi dan adu fisik.

Kejadian berlangsung pada Minggu malam (23/3/2025) sekitar pukul 19.00 WITA, di sebuah tempat kos di Banjar Dinas Bunut Puhun, Desa Bantas, Selemadeg Timur.

Insiden bermula saat IKDA mengirimkan pesan suara berbahasa Bali kepada IGAPW di sebuah grup WhatsApp.

Namun, pesan tersebut justru dibalas oleh pacar IGAPW dengan ucapan "kiering" melalui voice note—sebuah istilah gaul dalam dunia game online.

Sayangnya, IKDA salah menangkap arti kata tersebut dan mengira itu adalah ucapan "cicing" (bahasa Bali untuk ‘anjing’), yang dianggap sebagai penghinaan. Tersinggung, IKDA langsung menantang IGAPW dengan meminta alamat kosnya.

Tak lama setelah mendapat lokasi, IKDA datang bersama temannya, IGTA. Mereka menelepon IGAPW saat sudah berada di depan kos.

Saat IGAPW keluar menemui, IKDA langsung membuka baju dan mendekat dengan membawa lempengan besi sepanjang 15 cm yang disembunyikannya.

IGAPW yang panik berusaha melarikan diri, tetapi IKDA terus mengejar dan mengayunkan besi ke arahnya.

Beruntung, IGAPW berhasil menangkis serangan, membuat besi tersebut terlepas. Keduanya kemudian terlibat baku hantam, hingga akhirnya dilerai oleh penghuni kos lain.

Akibat perkelahian ini, kedua pelajar mengalami luka-luka dan sama-sama melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Selemadeg Timur.

Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat berdamai dan menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan melalui restorative justice.

"Mereka sudah sepakat berdamai dan saling memaafkan," ujar AKP Artadana.

Kapolsek juga mengimbau para pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing emosi akibat hal sepele.

"Jangan sampai hanya karena salah paham di dunia maya, berakhir dengan kekerasan di dunia nyata," tutupnya. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#bali #pelajar #baku hantam #kos-kosan #tabanan