Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gilimanuk Lumpuh! 256 Ribu Pemudik Terjebak Antrean hingga 6 Jam, Kemacetan Mengular hingga Hutan Cekik

I Gde Riantory Warmadewa • Kamis, 27 Maret 2025 | 01:13 WIB

Antrean kendaraan pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Rabu (26/3/2025). (I Gde Riantory Warmadewa/Bali Express)
Antrean kendaraan pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Rabu (26/3/2025). (I Gde Riantory Warmadewa/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID – Arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, memasuki puncaknya dengan antrean kendaraan yang mengular hingga ke Hutan Cekik.

Pemudik harus bersabar menghadapi antrean panjang hingga enam jam sebelum bisa menyeberang ke Pulau Jawa.

Hingga saat ini, sebanyak 256.172 orang telah meninggalkan Bali melalui pelabuhan tersebut, dan jumlah ini diprediksi terus meningkat hingga 28 Maret 2025.

Pantauan di lapangan pada Rabu (26/3/2025) menunjukkan kepadatan luar biasa di area parkir kargo yang dijadikan buffer zone bagi kendaraan pemudik.

Kemacetan juga merembet ke jalur utama Denpasar-Gilimanuk, dengan antrean kendaraan mencapai empat kilometer dari pelabuhan.

Pemudik Terjebak Berjam-jam

Banyak pemudik mengeluhkan panjangnya antrean yang menguras energi dan waktu.

Abiansyah (33), seorang pemudik asal Bondowoso, harus bertahan dalam antrean selama enam jam sejak meninggalkan Nusa Dua pada pukul 01.00 WITA.

"Sudah sekitar enam jam menunggu, tapi belum bisa masuk kapal. Kami baru mulai perjalanan karena proyek libur sejak kemarin," ungkapnya.

Berbeda dengan kendaraan pribadi dan bus yang harus menunggu hingga 6-8 jam, pemotor masih lebih beruntung karena hanya perlu antre sekitar 1-2 jam sebelum dapat menyeberang.

Lonjakan Pemudik Capai Puluhan Ribu

Data dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang mencatat bahwa dalam periode 21-24 Maret 2025, sebanyak 256.174 orang telah menyeberang dari Bali ke Jawa.

Selain itu, 44.834 kendaraan, termasuk 20.125 mobil dan 43.801 sepeda motor, telah berlalu lintas di jalur ini.

Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, menyatakan bahwa sejak Selasa lalu terjadi peningkatan signifikan jumlah kendaraan yang keluar dari Bali, mencapai 21 ribu kendaraan dalam sehari.

"Sebelumnya hanya belasan ribu kendaraan per hari, tapi kini jumlahnya melonjak drastis," ungkapnya.

Antisipasi Kemacetan dan Penumpukan Kendaraan

Untuk mengatasi lonjakan pemudik, pihak pelabuhan telah menerapkan sistem bongkar muat cepat di dermaga MB dan LCM.

Kapal yang datang langsung membongkar penumpang dan berangkat kembali guna mengurangi antrean panjang.

Namun, kepadatan masih diprediksi akan bertahan hingga 27 Maret 2025. Sebelum Hari Raya Nyepi pada 28 Maret, diharapkan seluruh pemudik telah berhasil menyeberang.

Sebagai langkah antisipasi, bagi pemudik yang tidak sempat menyeberang sebelum pelabuhan ditutup, kendaraan dapat dititipkan di Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

Pemudik yang tertinggal tetap dapat menyeberang ke Pelabuhan Ketapang dengan transportasi alternatif.

Dengan kondisi arus mudik yang semakin padat, pemudik diimbau untuk bersabar, mengatur waktu keberangkatan, serta mempersiapkan kondisi kendaraan dan fisik guna menghadapi perjalanan panjang menuju kampung halaman.***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #arus mudik #pelabuhan gilimanuk