Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jalur Gilimanuk Macet, Pemudik Pilih Solusi Ini agar Cepat Sampai di Tujuan: Tarifnya Hanya Rp 20 Ribu

Nyoman Suarna • Kamis, 27 Maret 2025 | 22:16 WIB
JALAN KAKI: Penumpang bus yang turun dan memilih jalan kaki menuju Palabuhan Gilimanuk, Rabu (26/3).
JALAN KAKI: Penumpang bus yang turun dan memilih jalan kaki menuju Palabuhan Gilimanuk, Rabu (26/3).

BALIEXPRESS.ID – Kemacetan panjang akibat antrean kendaraan menuju kapal di Pelabuhan Gilimanuk membuat ribuan pemudik harus berjuang lebih keras untuk mencapai tujuan.

Bahkan, banyak penumpang bus yang terpaksa turun dan berjalan kaki lebih dari 3 kilometer demi bisa sampai ke pelabuhan.

Sejumlah warga Kelurahan Gilimanuk memanfaatkan situasi ini dengan menawarkan jasa ojek dadakan, memberikan opsi lebih cepat bagi pemudik yang tak ingin kelelahan.

Antrean kendaraan yang mengular hingga kawasan hutan Cekik membuat sopir bus antar kota dalam provinsi (AKDP) memilih menurunkan penumpang lebih awal. Beberapa bus bahkan memutuskan memutar balik ke Denpasar, seperti yang dialami Yoyo, pemudik asal Banyuwangi.

"Sopir bilang sudah dekat pelabuhan, ternyata masih jauh. Busnya sudah balik," kata Yoyo yang terpaksa berjalan kaki bersama istri dan dua anaknya, meski membawa barang bawaan.

Karena tarif ojek mencapai Rp 20 ribu per orang, Yoyo memilih jalan kaki ke pelabuhan.

Hal serupa dialami Taufik, pemudik asal Jember yang juga menumpang bus dari Terminal Ubung.

Karena membawa banyak barang, ia memilih menggunakan ojek demi lebih cepat sampai.

"Kalau jalan kaki lumayan jauh. Jadi, naik ojek saja biar cepat," ujarnya.

Kemacetan ini justru menjadi ladang cuan bagi warga setempat. Banyak warga menawarkan jasa ojek dengan tarif mulai Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu, tergantung jarak dan jumlah barang bawaan penumpang.

Salah satunya Subali (40), warga Gilimanuk yang memanfaatkan antrean panjang untuk menambah penghasilan.

"Mumpung ada peluang, manfaatkan saja cari uang," katanya.

Sementara itu, beberapa pemudik memilih bertahan di dalam bus meskipun tidak tahu kapan bisa sampai ke pelabuhan.

Dengan semakin dekatnya puncak arus mudik, kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk diprediksi terus meningkat.

Pemudik diimbau untuk bersiap dengan berbagai alternatif perjalanan agar tetap nyaman selama perjalanan pulang kampung. (*)

Photo
Photo
Editor : Nyoman Suarna
#gilimanuk #solusi #macet #pemudik #pelabuhan