BALIEXPRESS.ID- Perjalanan mudik yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi pengalaman penuh kekhawatiran bagi sepasang orang tua asal Bali.
Bayi mereka yang baru berusia lima hari harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami kelelahan usai terjebak dalam antrean panjang kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk selama lebih dari delapan jam.
Dalam unggahan video, yang di unggah oleh akun Instagram @kutaselatan.news Rabu, 26 Maret 2025, pasangan suami istri tersebut mengaku nekat membawa buah hati mereka mudik ke kampung halaman di Jember, Jawa Timur.
Perjalanan pulang kampung dengan harapan bisa mempertemukan sang bayi dengan kakek dan neneknya untuk pertama kalinya.
Namun, kondisi di lapangan ternyata jauh dari harapan.
Baca Juga: Viral Cekcok Disertai Pemukulan di Kuta Berakhir Damai, Polisi Ungkap Salah Paham di Jalan
Lonjakan arus kendaraan menjelang Lebaran membuat antrean di area pelabuhan menumpuk dan nyaris tak bergerak dalam waktu yang lama.
Di tengah panas terik dan minimnya sirkulasi udara dalam kendaraan, kondisi si kecil mulai menurun.
Sang bayi menunjukkan tanda-tanda kelelahan dan ketidaknyamanan yang membuat orang tuanya panik.
Mereka pun langsung meminta bantuan petugas untuk membawa anak mereka ke fasilitas medis terdekat agar mendapatkan penanganan secepat mungkin.
Baca Juga: Jelang Nyepi, Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan Tutup Lebih Awal! Ini Alasannya
Petugas di lapangan kembali mengimbau para pemudik, terutama yang membawa bayi atau balita, agar mempertimbangkan dengan matang kondisi perjalanan, termasuk kemungkinan terjebak antrean panjang.
Disarankan untuk menyiapkan kebutuhan bayi dengan lengkap, seperti makanan, minuman, perlengkapan kesehatan, dan ventilasi yang cukup selama di perjalanan.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang, terlebih dalam situasi mudik massal, memerlukan persiapan ekstra, terutama bagi keluarga dengan anggota yang masih sangat muda atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Editor : Wiwin Meliana