BALIEXPRESS.ID – Ogoh-ogoh Tulak Tunggul, karya seni yang diciptakan oleh ST Sentana Luhur di Banjar Kelodan, Tampaksiring, Gianyar, kini menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Dengan desain yang begitu detail dan memancarkan Taksu, ogoh-ogoh ini telah berhasil mencuri perhatian publik meski tanpa menggunakan mesin.
Baca Juga: Amor Ing Acintya! Kecelakaan Maut Motor Vs Truk Box, Anak 12 Tahun Asal Gianyar Tewas di Denpasar
Keunikan dan makna mendalam yang terkandung dalam ogoh-ogoh Tulak Tunggul membuatnya menjadi karya yang layak dihargai.
Ogoh-ogoh ini tidak hanya menonjol karena detail anatominya yang terlihat begitu hidup, tetapi juga karena filosofi yang mendalam di balik penciptaannya.
Ogoh-ogoh Tulak Tunggul digambarkan sebagai pohon magis, yaitu pohon beringin yang memiliki kekuatan spiritual yang melambangkan keteguhan, perlindungan, dan persatuan.
Baca Juga: METAKSU! Niluh Djelantik hingga Nyoman Nuarta, Puji Detail Ogoh-ogoh Tulak Tunggul
Sebagai simbol yang menjaga identitas wilayahnya, pohon ini juga menjadi representasi dari esensi persatuan dan keberagaman yang ada dalam kehidupan masyarakat Bali.
Tulak Tunggul, sebagai karakter magis, dipandang sebagai entitas hidup yang menjadi penghubung antara manusia dengan kebijaksanaan alam.
Filosofi ini mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan, rasa saling menghormati, dan perlunya menjaga hubungan harmonis dengan alam serta sesama.
Baca Juga: WOW! Giri Prasta Janjikan Rp 100 Juta untuk Ogoh-Ogoh Banjar Gemeh Tahun Depan, Picu Reaksi Warganet
Sebuah makna yang begitu relevan dalam kehidupan sehari-hari, di mana persatuan dan keberagaman menjadi landasan utama untuk menciptakan kedamaian.
Ogoh-ogoh Tulak Tunggul bukan hanya sekedar karya seni, tetapi juga sebuah simbol budaya yang mendalam dan penuh makna.
Keberadaannya semakin memperkuat tradisi Ogoh-ogoh sebagai bentuk ekspresi seni dan spiritual masyarakat Bali.
Editor : Wiwin Meliana