Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Oknum Polisi di Bali Diduga Mabuk Langgar Hari Raya Nyepi, Ngebut di Jalan hingga Diamankan Pecalang

I Putu Suyatra • Minggu, 30 Maret 2025 | 14:53 WIB

Sebuah insiden mengejutkan terjadi saat Hari Suci Nyepi di Desa Adat Sumbersari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali.
Sebuah insiden mengejutkan terjadi saat Hari Suci Nyepi di Desa Adat Sumbersari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Sebuah insiden mengejutkan terjadi saat Hari Suci Nyepi di Desa Adat Sumbersari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali.

Seorang oknum polisi bersama seorang sipil tanpa identitas nekat menerobos kesunyian hari raya umat Hindu Bali dengan mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan.

Tak hanya mengganggu ketenangan Nyepi, keduanya juga diduga dalam keadaan mabuk setelah tercium aroma alkohol dari napas mereka.

Baca Juga: Chat Lengkap Pihak Istri Ridwan Kamil Dibeber Lisa Mariana: Antara Cinta, Pengkhianatan, dan Tawaran Rp 2,5 Miliar

Aksi Nekat di Hari Suci, Langsung Diamankan Pecalang

Kejadian ini bermula ketika pecalang Desa Adat Sumbersari memergoki dua orang yang melintas menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi menuju arah Loloan.

Tindakan mereka sontak menarik perhatian warga karena dianggap tidak menghormati Hari Suci Nyepi yang seharusnya dipatuhi oleh semua pihak.

Tanpa pikir panjang, pecalang langsung mengamankan keduanya untuk dimintai keterangan. Saat diperiksa, salah satu pelaku diketahui merupakan oknum polisi, sementara rekannya tidak membawa identitas.

Baca Juga: Pria Ditusuk karena Cemburu Buta, Suasana Depan Warung Sate Mendadak Mencekam

Yang lebih mengejutkan, keduanya tercium bau alkohol yang kuat, menguatkan dugaan bahwa mereka baru saja mengonsumsi minuman keras sebelum berkendara.

Dikawal Pecalang, Keduanya Diserahkan ke Gilimanuk

Setelah diamankan dan dimintai keterangan, pecalang Desa Adat Sumbersari memutuskan untuk mengawal keduanya kembali ke Gilimanuk.

Mereka kemudian diserahkan kepada pecalang Desa Adat Gilimanuk untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.

Kejadian ini menjadi sorotan karena tindakan tak pantas tersebut dilakukan oleh seorang aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat.

Baca Juga: Pria Pengangguran di Denpasar Ditangkap Polisi Usai Curi HP Teman Wanita yang Sedang Mandi

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menghormati nilai-nilai budaya dan tradisi, terlebih di momen sakral seperti Nyepi.

Hal ini langsung mengundang komentar netizen.

"Perlu diproses ini , diselidiki apakah oknum polisi (cuma baju polisi) ini benar tugas kok bau alkohol diamankan saja atau perlu dilaporkan atau diviralkan supaya kalau oknum polisi diproses propam kapolres Singaraja, kalau bukan polisi supaya proses oleh polsek setempat. Umat hindu dukung kerja pecalang," tulis I Dewa Gede S***.

"Polisi gadungan mungkinee,jgn pakai pakaian aparat utk menakuti biar bisa keliaran di jalan, harusnya bawa ke balai desa, laporkan ke atasannya," kata Sesa ***.

Baca Juga: Pemudik Jadi Korban Kawanan Begal Bersenjata, Uang Rp8 Juta dan HP Raib

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#hari raya nyepi #hindu bali #Kabupaten Jembrana #Polisi