BALIEXPRESS.ID - Pencarian intensif terus dilakukan untuk menemukan I Ketut Sudirga (82), seorang kakek yang hilang misterius dari rumahnya di Banjar Dinas Cau, Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali.
Sejak dilaporkan hilang pada Minggu (30/3), tim SAR gabungan terus menyisir area sekitar rumah korban, termasuk sungai dan Pura Dalem Desa Cau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, mengungkapkan bahwa pencarian pada Senin (31/3) difokuskan di sebelah timur rumah korban, menyusuri sungai dari utara ke selatan.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Tragis Saat Subuh: Motor vs Truk Misterius di Tikungan, Dua Remaja Tewas!
Tim SAR juga menyisir area sekitar Setra Adat Cau, karena korban terakhir terlihat di dekat Pura Dalem Desa Cau.
"Namun, hingga Senin sore, tanda-tanda keberadaan korban belum ditemukan. Pencarian dihentikan karena hari mulai gelap, dan akan dilanjutkan pada Selasa pagi," ujar Srinadha Giri.
Pencarian ini melibatkan tim gabungan dari BPBD Tabanan, Basarnas Bali, Polres Tabanan, Babinsa Marga, perangkat desa, masyarakat, dan keluarga korban.
Pekak Sudirga dilaporkan meninggalkan rumah pada Kamis (27/3) pukul 18.00 WITA dan terakhir terlihat di depan Pura Dalem Cau.
Sebelum melapor ke Basarnas Bali, keluarga korban telah melakukan pencarian mandiri, namun tidak membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan kemudian dibagi menjadi dua, menyisir ke arah utara dan selatan, menyusuri semak-semak hingga sungai di belakang rumah korban.
Baca Juga: Kisah Cinta Segitiga Berujung Maut: Seorang Pria Tembak Korban hingga Tewas di Depan Kantor Desa!
Misteri hilangnya Pekak Sudirga ini menimbulkan tanda tanya besar.
Ke mana perginya sang kakek? Apakah ada unsur misterius di balik hilangnya korban?
Pencarian akan terus dilakukan hingga titik terang ditemukan. Tim SAR gabungan bertekad untuk menemukan Pekak Sudirga, dan mengembalikan kehangatan keluarga di Banjar Dinas Cau.
Mari kita doakan agar Pekak Sudirga segera ditemukan dalam keadaan selamat. Semoga keajaiban terjadi, dan misteri ini segera terungkap. ***
Editor : I Putu Suyatra