BALIEXPRESS.ID-Politisi sekaligus advokat Gede Pasek Suardika turut menanggapi kasus Kasepekang di Nusa Penida, Klungkung.
Melalui unggahannya di media sosial, Pasek Suardika menyentil peran MDA Bali dan MDA Klungkung dalam penyelesaian masalah adat.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut Saat Memasuki Jalan Utama Pemotor Tewas Terserempet Minibus di Leces!
“Dari kasus Kesepekang di Nusa Penida kita lihat manfaat dibentuknya MDA selain untuk mobilisasi anggaran BKK, konsolidasi politik apakah ada juga manfaat selesaikan masalah adat,” jelasnya dikutip pada Selasa (01/04/2025).
Pasek Suardika pun menantikan cara yang akan digunakan MDA Bali dan MDA Klungkung untuk memberikan solusi agar masyarakat adat yang berkonflik bisa damai kembali.
“Kita tonton dari studi kasus di Nusa Penida ini...bagaimana cara MDA Bali dan Klungkung hadir memberikan solusi agar masyarakat adat disana bisa kembali segilik seguluk selungkung sebayantaka sarpanaya,” jelasnya.
Baca Juga: Hotman Paris Bantah Jadi Kuasa Hukum Lisa Mariana; Tidak Ada Niat!
“Jika tidak ada manfaatnya maka terlalu mahal uang rakyat di APBD dihabiskan untuk operasional mereka. Semoga ada jengah di antara pemucuknya,” pungkasnya.
Sebelumnya, kasus kasepekang di Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Nusa Penida, Klungkung, kembali memanas.
Hal ini usai 21 orang warga yang dikenakan sanksi Kasepekang dievakuasi ke SKB Banjarangkan, Senin (31/3/2025).
Rombongan diantar menggunakan bus Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung dan tiba sekitar pukul 08.40 WITA dengan pengawalan dari pihak kepolisian.
Camat Nusa Penida Kadek Yoga Kusuma menjelaskan jika ada 29 orang warga Banjar Sental Kangin yang dievakuasi.
Baca Juga: Dapat DM Hingga Ingin Diajak Ngopi, Lisa Mariana Tunjuk Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum?
Namun hanya 21 orang yang di evakuasi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Banjarangkan, sementara sebagian lainnya memilih mencari tempat berlindung secara mandiri dan ada satu orang yang dirawat di Puskesmas Nusa Penida 1 karena mengalami gangguan kesehatan.
Saat ditanya mengenai pemicu dari ketegangan tersebut, Yoga Kusuma mengatakan jika memang sempat terjadi kesalahpahaman.
"Permasalahan ini sebenarnya sudah lama terjadi. Namun, kemarin terjadi kesalahpahaman yang memicu ketersinggungan dan menyebabkan situasi semakin sulit dikendalikan," terangnya.
Editor : Wiwin Meliana