Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Hilangnya Pekak Sudirga di Tabanan: Jejak Gaib dan Pencarian Intensif di Air Terjun Grubugan

IGA Kusuma Yoni • Rabu, 2 April 2025 | 02:05 WIB

Proses pencarian Pekak Sudirga di hari kelima dilakukan dengan menelusuri aliran sungai air terjun Grubugan.
Proses pencarian Pekak Sudirga di hari kelima dilakukan dengan menelusuri aliran sungai air terjun Grubugan.

BALIEXPRESS.ID - Keheningan Banjar Dinas Cau, Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Kabupaten Tabanan, Bali, diusik misteri hilangnya I Ketut Sudirga (82), seorang lansia yang akrab disapa Pekak Sudirga.

Pekak Sudirga dilaporkan meninggalkan rumahnya sejak Kamis (27/3) lalu, dan hingga hari kelima pencarian, keberadaannya masih menjadi teka-teki.

Kejanggalan mulai muncul dari keterangan warga yang melihat Pekak Sudirga terakhir kali di sekitar Pura Dalem Desa Adat Cau pada Kamis (27/3) sekitar pukul 18.00 Wita.

Baca Juga: Remisi Khusus Keagamaan Turun, Ratusan Warga Binaan Lapas Tabanan Terima Remisi

Lokasi ini dikenal memiliki aura mistis, dan memicu spekulasi tentang kemungkinan keterlibatan unsur gaib dalam hilangnya Pekak Sudirga.

Pencarian intensif pun dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan, Basarnas Bali, Polres Tabanan, Babinsa Marga, perangkat desa, serta masyarakat dan keluarga.

Pada hari kelima pencarian, fokus utama tertuju pada penyisiran aliran Sungai air terjun Grubugan yang misterius dan kawasan sakral Beji Pura Panti.

"Pencarian pada hari kelima ini, kami fokuskan menelusuri aliran Sungai air terjun Grubugan di Desa Tua Kecamatan Marga dan di sekitar pura Beji Panti Desa Tua. Pencarian dilakukan sejak Selasa pagi pukul 07.30 Wita," jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri.

Baca Juga: Mengatasi Tingginya Kasus Disleksia di Bali, Solusi Melalui Bahan Bacaan Ramah Disleksia

Tim gabungan menyisir kawasan tegalan milik warga hingga turun ke sungai, berharap menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan Pekak Sudirga.

Namun, hingga hari kelima, pencarian belum membuahkan hasil.

Di tengah upaya pencarian fisik, keluarga Pekak Sudirga juga melibatkan "orang pintar" untuk melakukan pencarian secara "niskala" (gaib).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari tradisi masyarakat Bali, yang percaya bahwa unsur gaib dapat memiliki peran dalam peristiwa hilangnya seseorang.

"Proses pencarian di hari kelima dihentikan karena hari sudah gelap, selanjutnya proses pencarian akan dilakukan kembali pada Rabu (2/4) pada pagi sampai sore hari," lanjut Srinadha Giri.

Hilangnya Pekak Sudirga telah membangkitkan rasa penasaran dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Jejak terakhirnya di sekitar Pura Dalem, ditambah dengan upaya pencarian "niskala" oleh keluarga, menambah lapisan misteri dalam kasus ini.

Pencarian akan terus dilakukan, dengan harapan Pekak Sudirga dapat segera ditemukan. *** 

Baca Juga: PMI Klungkung Buka Dapur Umum di Lokasi Pengungsian Warga Kasepekang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#kecamatan marga #bali #kabupaten tabanan