Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lagu ‘Return to Innocence’ Viral Usai Jadi Backsound Video Ogoh-ogoh, Ternyata Rilis 32 Tahun Lalu

Wiwin Meliana • Rabu, 2 April 2025 | 16:53 WIB

Salah satu Ogoh-ogoh karya Banjar Tainsiat pada Nyepi 2025
Salah satu Ogoh-ogoh karya Banjar Tainsiat pada Nyepi 2025

BALIEXPRESS.ID-Media sosial selalu memiliki cara unik untuk menghidupkan kembali kenangan, termasuk dengan menggabungkan elemen-elemen budaya tradisional dengan musik lawas.

 Baru-baru ini, video ogoh-ogoh yang sedang dibuat untuk perayaan Hari Raya Nyepi di Bali menjadi viral berkat penggunaan backsound dari lagu legendaris "Return to Innocence" oleh Enigma.

Baca Juga: Misteri Kebakaran Apotek BWF di Benoa: Korsleting Listrik Picu Amukan Si Jago Merah?

 Lagu ini, yang pertama kali dirilis pada tahun 1993 dan dipublikasikan di YouTube pada 2009, kini kembali populer di media sosial, mengundang perhatian baru terhadap pesan mendalam yang terkandung di dalamnya.

Lagu yang diambil dari album The Cross of Changes ini dikenal dengan nuansa ambient, new age, dan vokal khas mantra etnik.

 Secara lirikal, "Return to Innocence" menyampaikan pesan tentang kembali pada kesucian diri, mengajak pendengarnya untuk melepaskan beban kehidupan dan menemukan kembali ketulusan serta kebahagiaan yang seringkali terlupakan seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: Hari Kedua di Pengungsian, Warga Kasepekang di Nusa Penida Alami Gangguan Kesehatan

Penggunaan lagu ini sebagai backsound video ogoh-ogoh memberikan nuansa spiritual yang mendalam.

Ogoh-ogoh sendiri adalah salah satu bentuk seni patung raksasa yang biasa digunakan dalam perayaan Nyepi di Bali, yang berfungsi sebagai simbol dari pengusiran roh jahat.

Video yang viral ini menggabungkan unsur budaya Bali dengan elemen musik internasional yang sarat dengan makna.

Hal ini membuat kita bertanya, apakah lagu "Return to Innocence" secara tidak langsung mendalami pesan yang sejalan dengan tujuan dari pembuatan ogoh-ogoh, yaitu untuk membersihkan diri dan kembali pada kesucian.

Baca Juga: Tirthayatra: Perjalanan Spiritual Umat Hindu, Lebih dari Sekadar Ziarah: Perhatikan Tiga Hal Ini

Lirik lagu ini, yang menyarankan seseorang untuk kembali ke kondisi polos seperti anak-anak, penuh dengan emosi, kejujuran, dan keberanian untuk mengungkapkan perasaan, sangat relevan dengan filosofi di balik pembuatan ogoh-ogoh.

Ketulusan, pencarian kedamaian, dan spiritualitas yang digambarkan dalam lagu ini bersinggungan dengan ide ogoh-ogoh yang berfungsi untuk melepaskan keburukan dan membawa kembali keseimbangan dalam kehidupan.

Enigma, yang berasal dari Jerman, mampu menyentuh berbagai lapisan pemikiran tentang pencarian jati diri, kebahagiaan, dan kedamaian.

Dengan menggunakan lagu ini sebagai latar belakang untuk video ogoh-ogoh, banyak yang mulai melihat hubungan antara tradisi lokal dan pesan universal yang dibawa oleh lagu tersebut.

 Sebuah karya seni lama kini diterima kembali dalam konteks yang lebih kontemporer, mengingatkan kita bahwa dalam setiap kebudayaan, ada nilai-nilai yang tetap relevan sepanjang waktu, baik itu dalam hal spiritualitas, kejujuran diri, atau pencarian kedamaian sejati.

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#Backsound #ogoh ogoh #enigma #viral