BALIEXPRESS.ID-Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih pada tahun 2025 menjadi perhatian senator Ri Bali, Niluh Djelantik.
Karya yang akan digelar pada 12 April 2025 hingga 3 Mei 2025 ini diharapkan menjadi momentum untuk menyelamatkan peradaban Bali.
Baca Juga: Dadong Geloh Lansia Asal Mengwi Hilang dari Rumah, Keluarga Sebar Informasi di Media Sosial
Maka dari itu, Niluh Djelantik mendesak agar pada momen ini, tidak ada lagi pedagang atau UMKM yang menjual makanan cepat saji dengan nihil nilai gizi.
“Hentikan menjual makanan cepat saji yang dari ujung ke ujung sama semua. Digoreng dan nihil gizi. Belum lagi minuman sachet warna warni,” tulis Niluh Djelantik melalui akun Instagramnya dikutip pada Kamis (03/04/2025).
Niluh Djelantik justru ingin agar para pelaku UMKM menjual makanan tradisional khas Bali seperti Babi Guling, tipat cantok, bubuh Bali, dan jajanan Bali.
Baca Juga: RSUD Bangli Hadirkan Layanan Dermatokosmetik, Oka Darsana Ungkap Kelebihannya
Pihaknya menilai dengan banyaknya makanan-makanan cepat saji dan manis bisa berpotensi menimbulkan banyak penyakit mematikan.
“Cara tercepat merusak sebuahd aerah adalah memberikan makanan yang rentan bikin diabetes, gagal ginjal, jantung dan banyak lagi resikonya,” jelasnya.
Pihaknya pun meminta agar pemerintah turun tangan dan melakukan sidak semua warung di sepanjang Pura Besakih.
Baca Juga: Lebaran di Inggris, Putri Ridwan Kamil Rayakan Idulfitri Tanpa Orang Tua
“Gunakan wewenang yang kalian punya untuk menyelamatkan satu generasi,” ungkapnya.
Bahkan pihaknya menyarakan agar pemerintah membuat awig-awig yang harus ditaati seluruh dagang di Bali.
“Kalau anak-anak kita sakit karena makanan penuh bahan kimia, siapa yang akan melanjutkan mengurus rumah, kawitan, adat, tradisi dan budaya kita,” pungkasnya.
Editor : Wiwin Meliana