Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sehari Sebelum Meninggal Kecelakaan di AS, Kadek Melly Sempat Minta Video Ogoh-Ogoh di Desanya, Ini Penjelasan Sang Ayah

I Putu Mardika • Jumat, 4 April 2025 | 01:31 WIB
Made Wandika (kiri) Ayah mendiang Kadek Melly Mudiani yang meninggal akibat kecelakaan di AS, saat menerima kunjungan Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra untuk mengucapkan belasungkawa
Made Wandika (kiri) Ayah mendiang Kadek Melly Mudiani yang meninggal akibat kecelakaan di AS, saat menerima kunjungan Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra untuk mengucapkan belasungkawa

BALIEXPRESS.ID - Malam Pengerupukan pada Jumat (28/3) rupanya menjadi momen terakhir keluarga Kadek Melly Mudiani berkomunikasi dengannya.

Remaja asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, itu meminta sang ayah, Ketut Wandika, 53 untuk membuatkan video kreasi ogoh-ogoh di desanya agar bisa ikut merasakan suasana perayaan Nyepi dari kejauhan.

Tak disangka, hanya berselang satu hari setelah percakapan itu, kabar duka datang dari Amerika Serikat. Melly, remaja  23 tahun yang tengah magang di sebuah perusahaan pariwisata di New Orleans, meninggal dunia akibat kecelakaan pada Sabtu (29/3).

Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Melly di Banjar Kanginan, Bontihing. Sejumlah kerabat sudah mempersiapkan sarana upacara untuk mendiang Kadek Melly.

Ketut Wandika, sang ayah, masih sulit mempercayai kepergian anak keduanya.

 "Awalnya saya tidak mengenali tas aksesorisnya. Tapi setelah temannya memperlihatkan paspornya, baru saya yakin itu benar anak saya," ujar Wandika dengan mata berkaca-kaca, Kamis (3/4) sembari menerima kedatangan Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra untuk melayat dan mengucapkan belasungkawa.

Melly dikenal sebagai sosok yang gigih dan berprestasi. Tahun 2021, ia sebenarnya sempat mendapat beasiswa magang ke luar negeri, tetapi impiannya tertunda akibat pandemi COVID-19.

Akhirnya, pada November 2024, dengan usaha sendiri tanpa beasiswa, ia berhasil berangkat magang ke Amerika Serikat.

"Dari awal, Melly tidak pernah kami arahkan. Keinginannya untuk bekerja di luar negeri itu murni inisiatif sendiri," jelas Wandika.

Saat terakhir berbicara dengannya, Melly mengaku sudah betah di tempat magangnya dan berencana memperpanjang kontrak jika diberikan kesempatan.

Kadek Melly Mudiani semasih hidupnya
Kadek Melly Mudiani semasih hidupnya

Jika tidak, ia bahkan berencana untuk melanjutkan kuliah sambil bekerja di Australia.

"Dia pernah bilang, tidak mungkin terus-terusan jadi imigran. Kita kejar reputasi di negara migran, dan apa yang kita pelajari di sana, bisa diterapkan di kampung halaman," tutur Wandika menirukan cita-cita anaknya.

Hingga kini, kasus kecelakaan yang merenggut nyawa Melly masih dalam penyelidikan kepolisian setempat.

FBI serta pengacara Melly turut mendampingi agar jenazah bisa segera dipulangkan ke Bali. Namun, kepastian waktu pemulangan masih bersifat estimasi, sekitar 7 hingga 10 hari ke depan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng pun turut mengambil langkah untuk membantu pemulangan jenazah Melly.

Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, saat mengunjungi rumah duka, menegaskan bahwa pemkab akan berkoordinasi dengan KBRI serta BP3MI dan BP2MI.

"Kami terus berupaya agar jenazah bisa segera dipulangkan. Kita bantu proses asuransinya dan ada urunan dari berbagai pihak," ujar Sutjidra.

Kini, keluarga Melly hanya bisa berharap agar proses pemulangan jenazah dapat berjalan dengan lancar dan segera tiba di kampung halaman, tempat di mana ia tumbuh dan berjuang meraih mimpinya. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#bontihing #kecelakaan #Kadek Melly Mudiani #meninggal #amerika #kubutambahan #new orleans