BALIEXPRESS.ID - Kamis (3/4/2025) siang, Banjar Semaon, Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali, diguncang peristiwa dramatis. Rumah pasangan lansia, I Ketut Ririk dan Ni Made Doman, dilalap api, meninggalkan Ni Made Doman yang tuna netra, terjebak di dalam kobaran api.
Kejadian bermula sekitar pukul 11.30 WITA, ketika Ni Made Budiari, seorang saksi mata, melihat kepulan asap dari pekarangan rumah korban.
Awalnya, ia mengira itu hanya asap pembakaran sampah biasa. Namun, asap semakin tebal, dan teriakan minta tolong memecah keheningan.
"Kami kira bakar sampah, tapi ternyata api sudah besar sekali," ujar Ni Made Budiari, saksi mata pertama.
Ni Kadek Septiari, yang mendengar teriakan itu, bergegas menuju lokasi bersama ayahnya, I Made Jelimat.
Pemandangan mengerikan menyambut mereka: api melahap rumah, dan Ni Made Doman, yang buta, terjebak di dalamnya.
"Kami keluarga di sini. Mendengar teriakan, kami langsung keluar rumah," kata Septiari.
Tanpa ragu, I Made Jelimat menerjang kobaran api, menyelamatkan Ni Made Doman dari maut. Aksi heroik ini membuat warga sekitar berdecak kagum.
"Bapak sama tetangga lain membantu menyelamatkan nenek keluar," jelas Septiari.
Setelah nenek berhasil diselamatkan, warga menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Gianyar.
Empat unit armada Damkar Gianyar bergegas menuju lokasi, dibantu oleh anggota Polsek Payangan, Bhabinkamtibmas Desa Puhu, Bhabinsa Puhu, dan warga sekitar.
Kapolsek Payangan, AKP Putu Mulyatra, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, Ni Made Doman menyalakan kompor gas untuk memasak air dan dupa untuk sembahyang.
Diduga, api berasal dari kompor gas atau dupa yang masih menyala.
"Saat sebelum kejadian, dirinya (nenek, red) menyalakan kompor gas untuk memasak air yang digunakan untuk mandi serta menyalakan dupa untuk menghaturkan canang di tempat suci dalam kamarnya, di Plangkiran," jelasnya.
Api berhasil dipadamkan, namun rumah dan seluruh isinya hangus terbakar. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 200 juta.
Baca Juga: Bayi Terlantar di Inhil: Kisah Pilu di Balik Tangisan Subuh, Bikin Seorang Ibu Berkaca-kaca
"Sebab-sebab kejadian belum diketahui secara pasti. Namun diduga disebabkan oleh kompor gas dan dupa yang dalam keadaan masih hidup," pungkas Mulyatra.
Kisah heroik penyelamatan Ni Made Doman menjadi bukti nyata kepedulian dan solidaritas warga Banjar Semaon. ***
Editor : I Putu Suyatra