BALIEXPRESS.ID - Tragedi ulah pati (meng*khiri hidup) dengan korban seorang perempuan berinisial NKMS, 21, di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Petang, Badung, pada Kamis 3 Maret 2025, menyisakan pertanyaan di benak masyarakat.
Terutama mengenai masalah apa yang dihadapi perempuan muda asal Buleleng tersebut sampai-sampai nekat menempuh jalan ulah pati.
Kapolsek Petang AKP I Nyoman Arnaya menerangkan, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.
"Terkait motif belum diketahui dan masih didalami," ujarnya, dikonfirmasi pada Jumat 4 April 2025.
Pemeriksaan sementara pun telah dilakukan terhadap jenazah korban melalui Olah TKP Indentifikasi Polres Badung dan Tim Dokter Puskesmas Plaga.
Hasilnya menunjukan luka-luka memprihatinkan yang dialami NKMS.
Rinciannya, korban alami patah tulang lengan kiri bagian atas dan bawah; memar merah pada perut, dada, dan lengan kiri; patah tulang paha kiri dan kaki kiri bagian bawah.
Kemudian, pendarahan dari bola mata, hidung kiri, dan tulang hidung kiri patah; dan nadi tidak teraba.
Jenazah yang dievakuasi dari dasar jurang lanjut dibawa ke Rumah Sakit Daerah Mangusada, Kapal, Mengwi, menggunakan Mobil Bhuana Bali Resque.
"Dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan Autopsi," tambahnya.
Autopsi dilakukan di rumah sakit untuk memastikan penyebab dan cara kematian, atau mengetahui ada atau tidaknya faktor lain dalam kematian tersebut.
Diberitakan sebelumnya, masyarakat Bali dihebohkan dengan adanya insiden ulah pati yang dilakukan perempuan muda inisial NKMS, 21, di Jembatan Tukad Bangkung, Kamis 3 April 2025, petang.
Ada warga yang sempat melihatnya duduk termenung di posisi tengah jembatan sebelah sisi selatan jalan.
Namun setelah itu, perempuan muda asal Buleleng tersebut menghilang.
Hanya sepeda motor Honda PCX nopol DK 5780 UBJ miliknya saja yang ditemukan.
Alhasil warga menjadi curiga, mengingat belum lama ini, ada seorang polisi yang ulah pati di lokasi itu dan juga meninggalkan kendaraan.
Warga pun melaporkan hal ini ke Polsek Petang.
Sehingga, polisi sebanyak tiga orang datang ke lokasi.
"Telah dilakukan pengecekan motor milik korban, tapi posisi sadel masih terkunci, hanya ditemukan helm warna hitam dan kaca mata warna hitam," ucap Kapolsek Petang AKP Arnaya.
Lalu, Anggota Polsek Petang menyusuri ke bawah jembatan bersama lima orang masyarakat.
Dilakukan pencarian selama kurang lebih 20 menit di bawah.
Hingga akhirnya, ditemukan jenazah seorang perempuan dengan posisi tengkurap.
Selanjutnya, Tim Identifikasi Polres Badung bersama Dokter Puskesmas bersama Tim yang dipimpin Kapolsek Petang turun ke bawah.
Mereka melakukan indentifikasi terhadap jenazah.
Setelah itu, dilaksanakan proses evakuasi bersama dengan personil TNI Koramil Petang.
Proses tersebut tuntas pukul 00.15 WITA. (*)
Editor : I Gede Paramasutha