BALIEXPRESS.ID - Sebuah unggahan kemarahan di Facebook mengguncang ketenangan warga Kabupaten Gianyar! Seorang pengguna jalan anonim meluapkan kekesalannya di grup Info Gianyar setelah velg motornya yang baru sebulan dibeli remuk redam akibat menghantam "ranjau" jalan berlubang.
Tidak sekadar marah. Kata-katanya juga sangat kasar dan mendoakan hal-hal buruk kepada pemerintah Kabupaten Gianyar.
Salah satunya adalah menyumpahi pemerintah Gianyar lilig terek (dilindas truk, Red).
Baca Juga: Status Facebook Berujung Maut di Bali: Dendam Membara di Balik Kos Berdarah?
Lokasi yang diduga menjadi biang keladinya? Tak lain adalah Jalan Bypass Dharma Giri yang notabene selalu ramai dilalui kendaraan.
Curhatan penuh kemarahan ini bak menyulut api di dunia maya.
Ratusan komentar membanjiri unggahan tersebut. Mereka mengungkapkan kekesalan dan keprihatinan atas kondisi jalan yang membahayakan.
Namun, yang lebih mengejutkan, Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, ikut turun tangan memberikan tanggapan!
Baca Juga: GEGER! Pria di Gianyar Tewas Ditusuk, Begini Kronologinya
Alih-alih membela diri atau mencari pembenaran, respon sang bupati justru membuat banyak warganet tercengang.
Dengan nada lugas, Mahayastra mengakui kemarahan warganya sebagai hal yang wajar.
"Masyarakat memang sangat berhak untuk marah, kesal, dan lain sebagainya," tegasnya pada Jumat (4/4).
Lantas, apa yang membuat jalan di Gianyar sampai separah ini? Bupati Mahayastra blak-blakan mengungkap penyebabnya.
Pandemi COVID-19 ternyata menjadi biang keladi pemangkasan anggaran perbaikan jalan secara signifikan sejak tahun 2020 hingga 2023.
Namun, secercah harapan kini muncul! Anggaran besar telah dialokasikan kembali untuk membenahi infrastruktur jalan yang rusak.
"Sekarang sudah mulai dianggarkan kembali dengan jumlah yang cukup besar," ungkap Mahayastra, memberikan angin segar bagi para pengguna jalan.
Meski demikian, Mahayastra meminta pengertian dan kesabaran warga.
Perbaikan jalan di seluruh wilayah Gianyar membutuhkan waktu yang tidak singkat, diperkirakan hingga tiga tahun.
Baca Juga: Libur Lebaran, Tingkat Hunian Hotel di Karangasem Bertambah
Selain jalan, pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab besar untuk mengalokasikan anggaran ke sektor vital lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan pengawasan.
"Masih banyak hal lain yang perlu kami kerjakan, yang memerlukan anggaran tidak sedikit. Apalagi kami juga harus tunduk pada program yang sifatnya mandatory," jelasnya lebih lanjut.
Unggahan yang viral ini terus memicu gelombang komentar dari warganet.
Harapan besar kini tertumpu pada pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan nyata demi keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan di Gianyar.
Akankah "jalan neraka" ini segera menjadi kenangan buruk? Kita tunggu saja kabar selanjutnya! ***
Editor : I Putu Suyatra