BALIEXPRESS.ID-Jembatan Tukad Bangkung yang terletak di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, tidak hanya dikenal sebagai salah satu jembatan tertinggi di Asia Tenggara, tetapi juga memiliki kisah mistis yang menghiasi setiap sudutnya.
Keindahannya yang memukau pada siang hari berubah menjadi tempat yang sarat dengan nuansa magis saat malam menjelang.
Baca Juga: Nasdem Karangasem Tuai Pujian dari DPP dan DPW, Berhasil Cetak Bupati Dua Kali
Jembatan yang menghubungkan tiga kabupaten, yaitu Badung, Bangli, dan Buleleng, ini telah menjadi ikon tersendiri di Bali, terutama karena ketinggiannya yang luar biasa, menjulang lebih dari 70 meter di atas lembah.
Namun, selain dikenal karena struktur arsitekturnya yang megah, jembatan ini juga dikenal oleh masyarakat setempat dengan berbagai kisah mistis dan tragis yang melibatkan kejadian-kejadian kelam.
Sejak dibangun, Jembatan Tukad Bangkung telah menjadi saksi bisu dari lima kejadian ulah pati atau bunuh diri yang terjadi di kawasan tersebut, dengan total enam korban yang meninggal dunia.
Baca Juga: Motif Cemburu, Pemuda di Tapin Tega Bunuh Pria yang Pacari Tetangganya
Dalam catatan Baliexpress.id, setidaknya ada dua kasus bunuh diri yang menonjol di Jembatan Tukad Bangkung.
Pertama, pada 27 Juli 2018 pada Pukul 18.00 Wita, Ni Luh Mayani, seorang petani cengkih, juga mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis di jembatan ini.
Ibu dua anak asal Banjar Dinas Pengubungan, Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, itu melompat dari jembatan dan tewas.
Sebelum tewas, korban sering mengeluh sakit pada bagian kaki dan tangan. Juga badannya gatal. Di perut bagian kanan juga sempat timbul benjolan.
Kedua, pada 4 Desember 2021, seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD) Kodam IX/Udayana, I Nyoman Trika Daryanta (22), ditemukan tewas bunuh diri di jematan tersebut.
Bujangan asal Banjar Selanbawak Kelod, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Tabanan itu dtemukan tewas gantung diri di sampingi jembatan.
Baca Juga: Megawati Instruksikan Kepala Daerah PDIP Ikuti Retret Gelombang Kedua di Magelang
Kejadian ketiga terjadi pada 26 Mei 2024, kakak beradik Ketut Sutama (23) dan adiknya, Putu S (4).
Dua warga Banjar Dinas Rendentin, Desa Bontihing, Kubutambahan, Buleleng, itu tewas di dasar jembatan setinggi 71 meter tersebut.
Kejadian keempat, Salah satu anggota berinisial Aipda AES, ditemukan tewas di bawah Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Petang, Badung, pada Minggu 16 Maret 2025, sekitar pukul 10.00 WITA.
Anggota Polda Bali yang bertugas di Bidang Propam tersebut diduga melakukan ulah pati (meng*khiri hidup) dengan terjun dari atas jembatan.
Baca Juga: Pemkab Bangli Lanjutkan Proyek Sport Center Tahun Ini, tapi Anggarannya Terbatas
Selanjutnya, kejadian kelima, Seorang perempuan muda berinisial IKMS,21, ditemukan tewas di dasar jurang setelah diduga melompat dari Jembatan Tukad Bangkung pada Kamis (03/04/2025).
Editor : Wiwin Meliana