Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tragis! Sebelum Jasadnya Ditemukan Mengapung di Pantai Gilimanuk, Anak Mang Amo Mimpikan Sang Ayah: Ini Permintaannya

I Gde Riantory Warmadewa • Senin, 7 April 2025 | 01:42 WIB
ISTRI: Ketut Sumardiasih (istri korban) saat ditemui di RSU Negara.
ISTRI: Ketut Sumardiasih (istri korban) saat ditemui di RSU Negara.

BALIEXPRESS.ID – Identitas jasad pria yang ditemukan mengapung di perairan Selat Bali, tepatnya di Lingkungan Asri, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, akhirnya berhasil terungkap.

Korban diketahui bernama I Komang Soma Merta alias Mang Amo (37), warga Banjar Tengah, Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Jasad Mang Amo pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan asal Gilimanuk pada Sabtu pagi (5/4/2025) sekitar pukul 07.00 Wita.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari Polairud Polres Jembrana dan Basarnas Jembrana, lalu jenazah langsung dibawa ke RSU Negara untuk keperluan identifikasi.

Meski kondisi wajah korban rusak parah sehingga menyulitkan proses identifikasi lewat sidik jari, pihak keluarga tetap meyakini bahwa jasad tersebut adalah Mang Amo.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh sang istri, Ketut Sumardiasih, serta kakak korban, Made Wisana, yang mengenali ciri-ciri fisik serta aksesoris yang dikenakan korban.

“Gelang Tridatu itu saya yang pasangkan langsung di tangannya. Suami saya juga selalu pakai gelang karet hitam di lengan kiri,” ujar Sumardiasih dengan mata berkaca-kaca.

Yang membuat cerita ini makin menyayat hati, salah satu anak korban sempat mengalami mimpi aneh sebelum jasad Mang Amo ditemukan. Dalam mimpinya, sang ayah seperti memanggil-manggil namanya.

“Krisna, Krisna, Krisna... sini cari Bapak. Bapak sudah naik,” cerita sang anak seperti ditirukan oleh ibunya.

 Baca Juga: Upacara Ngaturin di Desa Tajun, Gunakan Sapi sebagai Sarana, Simbol Bhakti untuk Leluhur  

Mimpi tersebut sontak membuat keluarga semakin yakin bahwa sosok yang ditemukan adalah Mang Amo, yang telah dilaporkan hilang sejak 22 Maret 2025, saat terjadi insiden di Pantai Muara Perancak.

Mang Amo dilaporkan hilang setelah turun ke laut untuk memperbaiki katir sampan fiber miliknya yang terlepas. Nahas, saat sedang memperbaiki, datang gelombang besar yang langsung menghantam dan menenggelamkannya.

Sejak saat itu, upaya pencarian terus dilakukan, namun hasilnya nihil, hingga akhirnya jasadnya ditemukan dua pekan kemudian.

Kepergian Mang Amo meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi istri dan dua anaknya yang kini masih duduk di bangku SMP dan SD.

Proses upacara pengabenan masih dalam tahap musyawarah keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa lautan menyimpan risiko yang tak bisa diprediksi.

Bagi keluarga Mang Amo, mimpi sang anak kini menjadi kenangan yang penuh makna, seolah menjadi pesan terakhir dari sang ayah yang begitu mereka cintai. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#anak #gilimanuk #mengapung #ayah #jasad #Mimpi #pantai