Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TRAGEDI BERUNTUN! Bhabinkamtibmas anggota Polda Bali Ditemukan Tewas Tergantung di Kandangnya Sendiri

I Putu Suyatra • Selasa, 8 April 2025 | 14:51 WIB

ilustrasi gantung diri.
ilustrasi gantung diri.

BALIEXPRESS.ID - Kabar duka kembali mengguncang Polda Bali. Setelah serangkaian kasus bunuh diri yang melibatkan personel kepolisian, kini seorang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Sukasada, Buleleng, Aiptu Made Suwenten (48), ditemukan tewas mengenaskan.

Ia ditemukan tergantung di kandang sapinya di Banjar Babakan, Desa Sambangan, sekitar pukul 12.00 Wita.

Kejadian ini menambah daftar panjang kasus tragis di tubuh Polda Bali, menimbulkan pertanyaan besar di benak publik. Ada apa sebenarnya? Mengapa gelombang kejadian memilukan ini terus berulang?

Baca Juga: Simpan Tembakau Sintetis, Pria Asal Tasikmalaya Diamankan Satres Narkoba Polresta Denpasar

Ironisnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, S.I.K., memilih bungkam dan tidak memberikan respons terhadap konfirmasi media terkait peristiwa ini.

Sikap ini justru semakin memicu spekulasi dan tanda tanya besar.

Informasi yang berhasil dihimpun dari sumber internal Polda Bali membenarkan identitas korban sebagai Bhabinkamtibmas Desa Pancasari, Polsek Sukasada, Polres Buleleng.

Almarhum dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik oleh rekan-rekannya.

Baca Juga: Kurang dari 24 Jam! Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Mobil di Kuta Selatan

"Almarhum dikenal ramah dan baik. Beliau teman saya," ungkap sumber dengan nada duka.

Penemuan jenazah Aiptu Made Suwenten bermula ketika saudara kandungnya, Gede Wenten, melintas di kandang sapi sepulang dari kebun.

Pemandangan mengerikan langsung menyambutnya: sang adik tergantung tak bernyawa.

"Ketika melintas di kandang sapi, ia melihat sang adik dalam keadaan tergantung," ujar sumber.

Gede Wenten dengan sigap memotong selendang biru sepanjang 1,5 meter yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya. Kepanikan melanda, dan ia segera memanggil keluarga lainnya.

"Ya, karena panik, dia langsung menurunkan adiknya. Terkait motif, masih didalami," lanjut sumber, menyiratkan misteri di balik kejadian tragis ini.

Pemeriksaan awal dari Bidan Puskesmas Sukasada, Luh Yuki Restiana Sari, mengindikasikan adanya luka jeratan pada leher korban dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya.

Dugaan sementara mengarah pada masalah keluarga sebagai pemicu tindakan nekat ini.

"Lidah tidak menjulur. Juga keluar cairan pada hidung dan keluar cairan dari vena. Diperkirakan meninggal 15 menit setelah ditemukan. Diduga masalah dalam keluarga sehingga dia mengakhiri hidup dengan cara demikian," jelas Luh Yuki.

Baca Juga: SEJARAH TERUKIR! Indonesia U-17 Lolos Piala Dunia 2025 dengan Cara Tak Terduga!

Namun, benarkah hanya masalah keluarga? Mengingat rentetan kejadian serupa, publik tentu bertanya-tanya apakah ada faktor lain yang melatarbelakangi tragedi ini di tubuh kepolisian Bali.

Misteri ini tentu membutuhkan jawaban yang transparan dan menyeluruh dari pihak berwenang. *** 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#polda bali #bunuh diri