Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejumlah Kejanggalan Sebelum Terjebak TPPO, Kadek Agus dan Nengah Sunaria Sempat Diminta Kabur

Wiwin Meliana • Rabu, 9 April 2025 | 16:32 WIB

Dua korban TPPO di Myanmar
Dua korban TPPO di Myanmar

BALIEXPRESS.ID-Sejumlah kejanggalan sempat dirasakan oleh Kadek Agus Ariawan dan Nengah Sunaria sebelum menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar.

Kadek Agus Ariawan menyebut setelah sepakat membayar uang jaminan untuk berangkat ke luar negeri, selang beberapa waktu ia dikabari secara mendadak soal jadwal keberangkatan ke luar negeri.

Baca Juga: Cerita Pilu Dua Korban TPPO dari Buleleng, Diimingi Gaji Besar dan Pekerjaan Bagus

Saat itu, dirinya dihubungi sosok yang bernama Koko pada pukul 12.00 malam.

“Saya ditelpon jam 12 malam, di suruh berangkat ke bandara jam 06 pagi harus sudah sampai,” jelasnya dalam podcast Jeg Bali dikutip pada Rabu (09/04/2025).

Karena dihubungi secara mendadak, pihaknya pun mempertanyakan tiket keberangkatan.

Sosok Koko menyebut bahwa semuanya telah diurus sehingga mereka cukup datang ke bandara tepat waktu.

Sampai di Bandara pada pagi hari, mereka menghubungi sosok Koko namun sempat tak mendapat jawaban.

Baca Juga: Profil Nova Arianto, ‘Suster Ngesot’ yang Bawa Indonesia Tembus Piala Dunia U17

Selang beberapa jam akhirnya telpon mereka pun diangkat.

Setelah tiket ke Jakarta diurus, mereka pun dijemput oleh orang yang diutus oleh sosok Koko.

Di tengah perjalanan, keduanya sempat dimintai untuk mengeluarkan paspor.

Setelah dilihat, paspor mereka pun dibawa oleh orang yang menjumpt.

“Kita diantar ke hotel sambil menunggu teman lain dari medan, karena dua orang dari Jakarta sudah duluan ada di hotel,” jelas Kadek Agus.

Baca Juga: UGM Pecat Prof Edy Meiyanto dari Jabatan Dosen terkait Kasus Kekerasan Seksual

Namun ia mulai curiga saat seorang perempuan menelpun ke HP Nengah Sunaria.

Perempuan tersebut meminta identitas keduanya agar dikirimkan.

Saat mereka menjawab paspornya dibawa orang, perempuan tersebut pun sempat marah karena hal penting tidak boleh diberikan kepada orang lain.

“Saat itu kami baru mulai menyadari, wah ada apa ini,” ungkap Kadek Agus.

Sempat ditanyakan ke resepsionis hotel, namun pihak hotel mengaku tidak mengenal orang tersebut.

Lebih mengejutkan, orang tersebut memesan hotel dengan menggunakan identitas dari paspor mereka.

Namun setelah sempat marah-marah, sosok tersebut akhirnya menghubungi Nengah Sunaria.

Ia menyebut bahwa sedang mencari makan dan paspornya dibawa untuk keperluan memesan tiket pesawat.

Lebih lanjut, Kadek Agus menyebut selain teman dari Jakarta, juga datang 5 teman dari Medan. Tiga  laki-laki dan dua perempuan.

Akan tetapi yang melanjutkan tetap berangkat hanya dua orang perempuan.

Tiga orang laki-laki memilih batal karena mengaku curiga.

Bahkan sampai di bandara Nengah Sunaria sempat di telpon oleh tiga orang yang batal berangkat itu.

Ia sempat menawarkan agar keduanya melarikan diri.

“Sempat ditelpon, bilang jangan ke mana-mana katanya bli masih bisa kabur, tapi sambil ketawa-ketawa saya pikir bercanda,” jelasnya.

Editor : Wiwin Meliana
#myanmar #kabur #tppo #kejanggalan