BALIEXPRESS.ID-Menjelang hari raya besar umat Hindu, harga sarana upakara di Bali melonjak tinggi.
Salah satunya adalah harga Nyuh Daksina atau kelapa Daksina.
Bahkan harga Nyuh Daksina yang meroket menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Banyak warganet yang mengeluh lantaran harganya yang mulai meroket di pasaran.
Dalam beberapa unggahan di media sosial, harga Nyuh Daksina mendekati Rp 20 ribu.
Harga ini jauh meroket dari harga biasanya yang berkisar antara Rp 5 ribu saja.
Terkait hal itu, Arya Wedakarna juga turut angkat suara.
Baca Juga: Preman Todong Bus Pariwisata Pakai Golok, Aksi Gagal Usai Diteriaki Penumpang
AWK meminta agar pemerintah di seluruh Bali segera turun tangan dan intervensi terkait melambungnya harga komoditi perlengkapan upakara.
Pihaknya juga memberikan sindirian pedas terhadap kebijakan pemerintah yang melarang air mineral dibawah 1 liter di Bali hingga kebijakan pengaturan jadwal tangkil ke Besakih.
“Harusnya selain mengatur jadwal tangkil ke Besakih, y ambo atur juga harga komoditi di pasar,” jelasnya melalui media sosial dikutip pada Kamis (10/04/2025).
Lebih lanjut, pihaknya meminta pemerintah segera turun tangan sehingga tidak perlu mendapat teguran dari Senayan.
“Urusan janur dan kelapa tidak harus ditegur dari Senayan, cukup Gubernur, Bupati, Walikota dan DPRD mengurusi beres,” jelasnya.
Baca Juga: Turnamen Petanque Jadi Ajang Pembibitan Atlet Klungkung Menuju Porprov
Sebelumnya, warga benyak mengeluhkan harga Nyuh Daksina yang mulai meroket jelang hari raya Galungan.
“Apa yang terjadi niki semeton harga kelapa daksina medekati 15 k untuk satu bijinya,” tulis keterangan dalam video yang dibagikan oleh akun @balichannel pada Rabu (09/04/2025).
“Kenken carane tyang meli nyuh daksina aji 20k/butir bin misi merebut ulian langka. Biasane 400 rb be maan biu busung bunge jani tuah maan nyuh dogen,” keluh seorang warganet.
Editor : Wiwin Meliana