BALIEXPRESS.ID – Komang Subagia, seorang penerjemah bahasa Polandia yang tinggal di Bali, baru-baru ini menarik perhatian wisatawan dengan penjelasan mendalam mengenai sejarah Bendera Merah Putih.
Dalam sebuah video yang diunggahnya, ia menceritakan momen bersejarah ketika bendera Belanda dirobek di Hotel Yamato pada 19 September 1945, menandai langkah penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Diduga Konsleting Listrik, Dapur Warga Rendang Karangasem Hangus Terbakar
Ia menjelaskan bahwa warna merah melambangkan keberanian, sementara putih melambangkan kesucian, dua nilai yang sangat dihargai dalam budaya Indonesia.
Bahasa Polandia, yang dikenal sulit karena struktur tata bahasanya yang kompleks dan pelafalan yang penuh dengan konsonan bertumpuk, menjadi tantangan tersendiri bagi Komang.
Namun, dedikasinya dalam menerjemahkan dan menjelaskan sejarah bendera ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman akan identitas dan warisan budaya bagi generasi muda.
Dalam video tersebut, Komang juga mengajak para wisatawan untuk lebih menghargai simbol-simbol nasional Indonesia.
Baca Juga: Lakalantas Akibat Jalan Berlubang di Baypas Ida Bagus Mantra, Seorang Pengendara Alami Luka Serius
"Bendera Merah Putih bukan hanya sekadar kain; ia adalah lambang perjuangan dan harapan bangsa," ujarnya.
Melalui penjelasan ini, ia berharap dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan wisatawan dan masyarakat lokal.
Unggahan dari akun Instagram @infodenpasarterkini.id, terlihat bahwa banyak netizen mengapresiasi usaha Komang dalam menyebarkan pengetahuan tentang sejarah bendera.
"Duhhh pinter berkelas guide nya..gak cuma modal nganter2 aja.. modal upgrade diri bljr bahasa asing." tulis akun @aylieko.
"Merinding cerita sejarah nya, robek bendera belanda d hotel yamato surabaya." tulis akun @aguesjeh.
Baca Juga: Niluh Djelantik Minta Revisi SE Gubernur Bali soal Larangan Air Kemasan Plastik Di Bawah 1 Liter
"Aku ikutin ig bli Komang ini @przewodnik.po_bali menyenangkan banget, karena jadi kaya ikut dijelasin dan kenal lebih jauh mengenai Bali padahal aku orang tangerang." tulis akun @berthylamintang.
Dengan cara ini, ia tidak hanya menjadi penerjemah, tetapi juga duta budaya yang membawa pesan penting tentang identitas bangsa kepada dunia.
Editor : Wiwin Meliana