BALIEXPRESS.ID – Salah satu ikon kebanggaan Bali, Patung Dewa Ruci yang berada di kawasan strategis Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Kuta, kini mengalami kerusakan serius.
Patung yang berdiri megah di atas underpass ini terlihat retak-retak, catnya memudar, bahkan ditumbuhi tanaman liar di beberapa bagian.
Tak hanya itu, kondisi paling mencolok terlihat pada ekor naga patung, di mana sudah terdapat keropos besar yang berpotensi membahayakan jika tidak segera ditangani. Padahal, pada Juli 2022 lalu, patung ini sempat dicat ulang sebagai bagian dari persiapan acara G20 di Bali.
Salah satu warga, Juli Antara, mengungkapkan keprihatinannya. Ia menilai kondisi patung yang rusak bisa menimbulkan risiko keamanan.
“Sudah banyak bagian yang remuk dan ditumbuhi tanaman besar. Ini bisa berbahaya jika dibiarkan,” ujarnya, Jumat (11/4).
Menanggapi hal tersebut, Kabid Tata Lingkungan DLHK Badung, I Wayan Narayana, menjelaskan bahwa pemerintah telah merencanakan perbaikan melalui APBD Perubahan 2025.
Perbaikan yang akan dilakukan meliputi penambalan bagian yang rusak dan pengecatan ulang.
“Sudah dilakukan pengecekan. Tapi pemeliharaan menunggu anggaran perubahan. Bukan hanya Patung Dewa Ruci, patung-patung lain yang rusak juga akan kami rawat,” terang Narayana.
Selain pemeliharaan patung, Pemkab Badung juga berencana menata kawasan sekitarnya menjadi Hutan Kota.
Beberapa lahan milik warga di sepanjang area taman Dewa Ruci akan dibeli untuk mendukung konsep ruang hijau tersebut.
Langkah ini diharapkan bisa mengembalikan kemegahan Patung Dewa Ruci sebagai ikon wisata dan budaya, sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan kota. (*)
Editor : Nyoman Suarna