BALIEXPRESS.ID- Setiap tahun Bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April sebagai hari hari kesetaraan antara Perempuan dan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan.
Namun bagi Putu Yuni Widyadnyani, Srikandi DPRD Tabanan, peringatan Hari Kartini di tahun 2025 ini menjadi hal yang spesial, karena bisa menjadi momentum untuk menjembatani kesenjangan lintas generasi, yang di Indonesia.
Baca Juga: Made Rentin Tegaskan SE Gubernur Bali Soal Larangan AMDK di Bawah 1 Liter Sesuai Permen LHK
“Sehingga melalui peringatan hari Kartini 2025 ini, tidak ada kesenjangan antar generasi, baik itu dari komunikasi dan cara pandang seorang Perempuan dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Selain itu, menurut Perempuan kelahiran Gluntung 2 Juni 1987, peringatan Hari Kartini di era modern seperti saat ini, merupakan salah satu bukti adanya memori kolektif bangsa Indonesia terhadap peristiwa sejarah terhadap kesetaraan antara Perempuan dan laki-laki.
Peringatan Hari Kartini ini di era modern ini, juga menjadi Pengingat betapa pentingnya nilai dan simbol-simbol kesetaraan dalam membentuk nilai-nilai masyarakat kekinian. Selain sebagai pengingat, anggota DPRD Tabanan dua periode ini menyatakan jika peringatan hari Kartini juga bisa menjadi sebuah rekonstruksi pandangan Perempuan Indonesia terhadap ruang sosial dan public, misalnya di era modern saat ini.
Baca Juga: Penataan Pantai Kuta Bali Kembali Dilanjutkan, Anggaran Total Rp75 Miliar
Selain itu, sosok Kartini dikatakan Perempuan yang menjabat sebagai Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Tabanan ini, mampu menggerakan betapa pentingnya pendidikan, perlindungan dan kesetaraan bagi Perempuan di seluruh Indonesia.
“Sehingga di era modern ini, selain sebagai pengingat, peringatan hari Kartini juga sekaligus sebagai kontrol sosial dan simbol pembanding, bagaimana negara dan masyarakat mengimplementasikan nilai-nilai kesetaraan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Lantas apakah Perempuan di Indonesia dan di Bali pada khususnya sudah benar-benar memahami dan mendapatkan kesetaraan dalam seluruh sektor kehidupannya? Ditanya demikian, Perempuan yang akrab disapa Nuning ini menyatakan jika Perempuan Indonesia, secara sisi konstitusi, hukum dan peraturan perundang-undangan yang ada, sudah menempatkan nilai-nilai kesetaraan bagi perempuan di segala bidang.
Baca Juga: KECEWA BERAT! Niluh Djelantik Tuntut Bule Ngamuk di Klinik Dipenjara Sebelum Dideportasi
Tetapi menurut Nuning ada beberapa hal yang perlu diingat terkait kesetaraan di Indonesia, hal ini karena, bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, yang mana masyarakat di masing-masing suku memiliki kearifan sudut pandang terhadap kesetaraan perempuan.
“Saya pribadi melihat peringatan Hari Kartini di era modern sekarang ini relevan dan mampu menjadi pembuka ruang-ruang literasi bagi semua pihak, khususnya literasi dalam komunikasi lintas dan komunikasi antar budaya, sehingga perempuan Indonesia bisa menemukan jati dirinya,” tambahnya. (gek)
Editor : Wiwin Meliana