BALIEXPRESS.ID-Suasana duka menyelimuti Pantai Gumicik, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Gianyar, pada Senin pagi (14/4/2025), setelah seorang pria lansia tewas tenggelam saat berusaha menyelamatkan cucunya yang terseret arus di pertemuan muara sungai dan laut (loloan).
Baca Juga: Dor! Perampokan Bersenjata, Pelaku Tembak Warga yang Hendak Bantu Pegawai SPBU
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 08.00 WITA. Berdasarkan keterangan saksi, I Made Sibrata dan I Made Derta, keduanya sedang duduk di pinggir pantai sekitar 100 meter dari lokasi kejadian ketika mendengar teriakan minta tolong.
Mereka segera menuju sumber suara dan menemukan dua orang tenggelam di loloan.
Keduanya langsung berusaha melakukan penyelamatan. Korban anak, Ni Putu Dahayu Tara Jiyoti (4 tahun), berhasil diselamatkan dan langsung dilarikan ke RS Primagana dalam kondisi masih bernapas.
Baca Juga: Srikandi DPRD Tabanan, Akui Peringatan Hari Kartini 2025 Sebagai Jembatan Lintas Generasi
Sementara sang kakek, I Komang Ada Saputra (69 tahun), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di lokasi dan dibawa ke RS Darmayadnya Tohpati menggunakan ambulans MPI.
Menurut petugas Polsek Sukawati dan Bhabinkamtibmas Desa Ketewel, AIPDA I Kadek Sipin Wijaya, korban tidak menyadari air laut sedang pasang saat berada di sekitar loloan.
Arus kuat menyeret sang cucu, dan saat sang kakek berusaha menyelamatkan, ia pun ikut terseret dan tenggelam.
“Korban atas nama Komang Ada Saputra menggunakan celana pendek warna hitam, sementara cucunya tidak mengenakan pakaian saat ditemukan,” jelas AIPDA Kadek Sipin.
Baca Juga: Made Rentin Tegaskan SE Gubernur Bali Soal Larangan AMDK di Bawah 1 Liter Sesuai Permen LHK
Kejadian ini juga disaksikan oleh I Ketut Tami, Kelian Dinas Banjar Gumicik, Ketewel.
Saat ini, kasus masih dalam penanganan lebih lanjut oleh Unit Reskrim Polsek Sukawati.
Diketahui, kedua korban merupakan warga Banjar Sasih, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati.
Korban selamat, Ni Putu Dahayu Tara, kini telah sadar dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Editor : Wiwin Meliana