Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tobing, ASN dari Bungkulan yang Sulap Pekarangan Jadi Lumbung Pangan Keluarga

Dian Suryantini • Rabu, 16 April 2025 | 00:28 WIB

Dede Tobing Crysnanjaya
Dede Tobing Crysnanjaya

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Di tengah tren gaya hidup urban yang serba instan, Dede Tobing Crysnanjaya, seorang pemuda asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, justru memilih kembali ke akar, berkebun di rumah.

Pria berusia 37 tahun yang akrab disapa Tobing ini adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, namun di luar jam kerja, ia dikenal sebagai petani rumahan yang sukses mengelola pekarangan rumah menjadi sumber pangan mandiri.

Kisah inspiratif Tobing berawal sekitar tahun 2015 silam, saat ia mulai mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik. Awalnya, ia bingung hendak menggunakan pupuk tersebut untuk apa. Dari situlah muncul ide untuk menjadikan halaman belakang rumahnya sebagai kebun sayur.

Tanah seluas 5,5 are yang ia miliki pun diubah menjadi lahan produktif, dibagi menjadi beberapa zona, kebun bunga, tanaman obat, tiang bekas kandang ayam untuk buah naga, dan kebun sayur-mayur.

Program lumbung pangan keluarga yang ia rintis ini kini membuahkan hasil luar biasa. Hampir setiap hari, Tobing dan keluarganya bisa memanen bayam, terong, cabai, kangkung, ketela rambat, hingga pokchoy. Ia mengaku sangat jarang membeli sayuran, kecuali beberapa jenis yang memang sulit tumbuh di dataran rendah seperti wortel dan kol.

Baca Juga: Biodata Lengkap dan Kisah Inspiratif Gede Ganesha: Dari Tumpukan Sampah hingga Jadi Penjaga Demokrasi di Buleleng

Menurut Tobing, berkebun di pekarangan bukan hanya soal menanam, namun juga soal ketelatenan dan komitmen. Setelah lahan tertata, tantangan selanjutnya adalah ketersediaan bibit dan menjaga kesinambungan produksi dengan penanaman bergilir. Ia banyak belajar secara otodidak, lewat buku dan tutorial online, untuk memperkaya pengetahuan berkebunnya.

“Corona mengajarkan kita untuk tetap produktif dalam keterbatasan,” ujar ayah dua anak ini.

Tobing menegaskan, gerakan berkebun di rumah bukan hal baru, namun perlu terus digelorakan. Sebagai bangsa agraris, Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan kemandirian pangan mulai dari halaman rumah sendiri.

“Kita harus mampu mengupayakan segala potensi yang dimiliki, termasuk memetakan dan memanfaatkan pekarangan,” ujarnya. ***

Editor : Dian Suryantini
#Bungkulan #obat #buah naga #kandang ayam #sayur-mayur #rumah tangga #sampah #buleleng