Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

"Goak Poleng" dan Mimpi Kemandirian Pangan, Langkah Berani Buleleng Menanam Harapan

Dian Suryantini • Rabu, 16 April 2025 | 22:45 WIB

Penanaman benih jagung Goak Poleng di Hutan Kota Banyuasri, Singaraja.
Penanaman benih jagung Goak Poleng di Hutan Kota Banyuasri, Singaraja.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Ada yang berbeda dari Hutan Kota Banyuasri, Singaraja, pada Rabu (16/4) pagi itu. Bukan hanya pepohonan yang menari diterpa angin, tetapi juga hadirnya deretan pejabat daerah yang bersatu dalam satu semangat: menanam harapan. Bibit jagung varietas unggul Goak Poleng ditanam, bukan sekadar untuk panen hasil, tetapi demi mimpi besar : kemandirian pangan di Buleleng.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Buleleng tampil kompak. Bupati, Kapolres, dan jajaran Dinas Pertanian menyatu dalam sebuah aksi yang tak hanya simbolik. Mereka sedang menyentuh inti dari persoalan mendasar daerah : ketergantungan terhadap beras dan makin menyusutnya lahan sawah produktif.

Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, dengan lugas namun penuh semangat menyampaikan keprihatinannya. Data yang dimilikinya menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Dari 6.900 hektar sawah, kini tersisa hanya 6.400 hektar. Dan itu pun, kata beliau, belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Buleleng. Alih fungsi lahan menjadi faktor utama. Sawah-sawah perlahan berubah rupa demi alasan ekonomi, mengejar nilai tinggi yang tak selalu sejalan dengan keberlanjutan pangan.

“Lahan tidur dan lahan non-padi harus segera dioptimalkan. Kita tidak bisa terus bergantung pada beras, apalagi kalau sebagian besar bahannya didatangkan dari luar. Ini soal kedaulatan pangan, bukan sekadar statistik,” tegas Sutjidra.

Di tengah keprihatinan itu, secercah harapan tumbuh bersama ditanamnya benih jagung hibrida Goak Poleng. Varietas lokal unggul ini tak hanya menjanjikan hasil tinggi, tapi juga memiliki daya tahan terhadap hama dan penyakit. Sebuah inovasi yang diramu dari kolaborasi Dinas Pertanian dan Polres Buleleng.

Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi sedang menanam benih jagung Goak Poleng.
Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi sedang menanam benih jagung Goak Poleng.

Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, menyatakan bahwa langkah ini merupakan dukungan Polri terhadap program nasional ketahanan dan swasembada pangan. Bahkan, ia menyebut Polri siap terlibat aktif dalam empat program strategis yakni dari pemanfaatan pekarangan hingga pengawasan distribusi pangan.

“Kami tidak hanya bicara panen, tapi bicara tentang membangun ketahanan dari akar rumput. Hari ini kami tanam, tapi yang kami harapkan adalah tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kedaulatan pangan kita sendiri,” ujar Kapolres Widwan.

Tentu, optimisme tak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan kesinambungan, perencanaan jangka panjang, dan—yang tak kalah penting—kemauan politik yang kuat. Sutjidra menggarisbawahi bahwa kemandirian pangan bukan hanya soal jumlah, tapi juga soal kualitas dan keberlanjutan.

“Jangan sampai sekarang semangat, tapi tahun depan padam. Ini harus jadi gerakan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga: Petani di Buleleng didorong Menanam Jagung Arumba, Ini Alasan Keunggulannya

Ia juga menyinggung pentingnya peran Bulog dan pihak-pihak lain untuk terus memastikan ketersediaan pangan yang cukup, sambil pelan-pelan mengurangi ketergantungan impor. Dalam bayangan idealnya, Buleleng suatu hari nanti bisa menyuplai bahan pangan sendiri, bahkan menjadi contoh daerah lain.

Penanaman jagung Goak Poleng hari itu bukanlah akhir, melainkan titik awal. Jika benih ini terbukti unggul dalam empat bulan ke depan, maka Bupati berencana memperluas penanaman ke seluruh wilayah Buleleng. Perluasan ini akan membangkitkan kembali lahan-lahan yang selama ini tertidur lelap dalam ketidakberdayaan.

Jika benih ini tumbuh subur, maka bukan hanya ladang yang hijau, tetapi juga harapan yang kian membuncah. ***

Editor : Dian Suryantini
#ketahanan pangan #jagung #lahan sawah #Goak Poleng #buleleng #beras