BALIEXPRESS.ID – Hutan mangrove di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai tidak hanya berfungsi sebagai pelindung kawasan pesisir dari abrasi dan bencana alam, tetapi juga menjadi paru-paru hijau yang vital di tengah kepadatan urbanisasi Kota Denpasar.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian mangrove, digelar diskusi interaktif yang melibatkan berbagai elemen, termasuk kegiatan penanaman bibit mangrove, pembibitan, pembersihan tumbuhan invasif seperti eceng gondok, hingga pemanfaatan mangrove sebagai bahan olahan bernilai ekonomi.
Kawasan ini dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Simbar Segara yang telah mengembangkan Tahura Ngurah Rai sebagai lokasi wisata edukatif berbasis hutan dan laut. Selain menjadi destinasi rekreasi, masyarakat sekitar turut memanfaatkan tanaman mangrove menjadi produk olahan seperti stik mangrove, teh mangrove, masker wajah, dan sirup mangrove yang memberikan nilai tambah ekonomi, khususnya bagi kalangan nelayan lokal.
Ketua KUB Simbar Segara, Ketut Darsana, menjelaskan bahwa pelestarian mangrove dilakukan melalui berbagai pendekatan edukatif dan preventif. “Kami rutin mengadakan pengenalan jenis mangrove kepada pengunjung, menjaga keberlangsungan flora dan fauna di kawasan ini, serta melakukan pembersihan sampah. Tak kalah penting, kami juga mengawasi agar tidak ada aktivitas yang merusak lingkungan Tahura,” ujarnya.
Lebih jauh, Darsana menekankan bahwa ekosistem mangrove sangat penting dalam konteks perubahan iklim. Mangrove mampu menyerap emisi karbon dalam jumlah besar dan menjadi benteng alami terhadap ancaman tsunami, badai, dan gelombang tinggi.
Indonesia, sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, memegang peran krusial dalam mitigasi krisis iklim global. Oleh karena itu, pelindungan dan restorasi hutan mangrove menjadi langkah strategis yang harus terus dilakukan secara kolaboratif.
Dengan upaya yang terus dilakukan berbagai pihak, kawasan Tahura Ngurah Rai diharapkan dapat terus menjadi contoh keberhasilan pelestarian lingkungan yang selaras dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana